RADARJOGJA.CO.ID-Ada yang aneh dengan majikan Sartini pembantu sekaligus orang tua dari JM, balita 1,5 tahun asal RT 05 RW 10, Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Solo yang menjadi korban penganiayaan. Adi Cahyono, alias Diduk sang majikan yang menjadi pelaku kekerasan terhadap Sartini dan putra balitanya, ternyata memiliki perjanjian tertulis untuk mengadopsi JM.

Adik Sartini, Sarwanto, 30, saat ditemui Jawa Pos Group mengakui, Diduk membuat perjanjian dengan orang tua Sartini jika dirinya siap untuk membiayai persalinan JM. Kemudian, sebagai imbal jasa tersebut, Diduk mengajukan perjanjian adopsi terhadap JM.

“Intinya mau diadopsi, ya pihak keluarga mau-mau saja karena kami sendiri tidak memiliki biaya untuk melahirkan. Kami juga menyambut baik perjanjian itu, bahkan yang memberikan nama keponakan saya itu ya majikannya tersebut,” kata Sarwanto.

Karena kebaikan sang majikan tersebut, pihak keluarga masih belum percaya bahwa laki-laki tersebut tega melakukan penganiayaan tersebut. “Ya kalau sekilas memang orangnya terlihat sangar, karena tubuhya penuh dengan tato, tapi sama keluarga kami baik. Bahkan kalau main ke rumah sering ninggali uang saku untuk anak-anak Mbak Sartini,” ungkapnya.

Makanya, untuk melaporkan perbuatan Aji alias Diduk itu pun, Sartini baru berani setelah ada desakan dari keluarga. Apalagi, saat ini pihak keluarga mengaku masih bingung untuk biaya perawatan pemulihan baik fisik maupun psikis anak tersebut. “Kami belum tahu gimana ke depannya, ini saja ibunya baru berani lapor setelah kami desak. Selama ini perawatannya masih pakai obat-obatan dari warung saja,” tutupnya. (atn/eri)