Komisi II DPRD Kulonprogo melakukan inspeksi mendadak ke PT Selo Adikarto (SAK), Rabu (16/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – Komisi II DPRD Kulonprogo mendesak BUMD aktif menyambut NYIA. BUMD harus mendongkrak pendapatan daerah. Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Muhtarom Asrori saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Selo Adikarto (SAK), Rabu (16/11).

Dia sudah menggelar rapat dengan BUMD. Hasilnya, masih ada perusahaan daerah yang bermasalah. Belum bisa menjadi andalan mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Perusahaan harus sehat agar mampu menyumbang PAD,” kata Muhtarom.

Muhtarom didampingi dua anggota Komisi II lain, Purwantini dan Arismawan. Mereka ditemui Manager Teknik PT SAK Sigit Purwanto dan Budiarto. PT SAK harus bisa menyambut bandara, karena PT SAK memiliki produk asphalt mixing plant (AMP).

“Mereka harus terlibat dalam pembangunan bandara, jangan hanya menjadi penonton. Memang dengan modal awal delapan miliar rupiah, sulit bagi SAK bisa terlibat. Namun mereka harus bangun, bergerak menyambut bandara,” ujar politisi PAN itu.

PT SAK sebenarnya sudah mengajukan izin untuk pengutan modal kepada pemkab. Namun usulan itu belum direspons pemerintah dan dewan. “Kami setiap tahun minta penguatan modal, tetapi belum ada tindak lanjut,” jelas Budiarto.

Dikatakan, untuk ikut tander dengan nilai besar, butuh biaya tidak sedikit. Misalnya kegiatan bernilai Rp 500 miliar, butuh dana jaminan proyek sepuluh persen. Inilah yang menyulitkan mereka bisa ikut tender bernilai besar. “Paling kami hanya bisa ikut sebagai sub-kontraktor,” kata Budiarto.

Selain itu, PT SAK juga tidak banyak memiliki sarana pendukung. Mereka hanya memiliki empat dump truck, dan satu mobil tangki air.

Sedangkan untuk menyewa, butuh anggaran cukup besar. “SDM kami hanya 130 orang dan sudah kami lengkapi dengans sertifikat keahlian sesuai ilmunya,” kata Budiarto.

Guna membiayai proyek sendiri, selama ini mereka harus mengajukan utang ke bank. Setelah surat perjanjian kerja turun, dipakai untuk membayar.

PT SAK telah berhasil menyelesaikan tunggakan utang pajak. Mereka telah membayar Rp 2,2 miliar. Mereka juga masih harus menagih piutang dari sejumlah rekanan yang setiap akhir tahun mencapai Rp 8 miliar. (tom/iwa/mar)