RADARJOGJA.CO.ID-Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kepolisian Kabupaten Magelang langsung bertindak cepat mengantisipasi status dalam sebuah media sosial (medsos), yang diunggah warganya di Kecamatan Dukun. Mengingat unggahan dari akun Yehezkiel Sugiyono tersebut patut diduga sudah mengarah ke arah merendahkan ulama dan atau umat agama tertentu. Apalagi pria berumur tersebut tidak memeluk agama yang direndahkan tersebut.

“Hati-hati bagi pengguna media sosial di dunia maya. Satu menit bisa menyebarkan (informasi) ke berapa pengguna media sosial lainnya. Untuk itu diperlukan upaya saling menjaga,” kata Ketua MUI Kabupaten Magelang KH Afifudin Lc.

Imbauan Kiai Afifudin tersebut muncul dalam rapat koordinasi yang digelar Polres Magelang dengan beberapa tokoh agama, khusus untuk membahas status warga non muslim tersebut. Rapat dilangsungkan di Aula Mapores Magelang di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Acara juga dihadiri dari Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho, perwakilan TNI, Muspika, tokoh agama dari Forum Umat Islam Bersatu Magelang.

Dijelaskan Afif, status warga Dukun tersebut bagi umat muslim membuat terusik, karena diduga telah mengarah pada merendahkan ulama atau habib. Ia pun meminta kepada pemilik akun media sosial tersebut untuk tidak mengurusi agama orang lain. Sugiyono diminta mengurusi agamanya sendiri dan tidak mengurusi perbedaan agama yang dianut dengan agama Islam.

“Apalagi menyebarkannya lewat media sosial,” pintanya.

Pada kesempatan itu, Sugiyono mengakui kesalahan dan meminta maaf atas status di media sosial yang ia miliki. Dari permintaan maaf itu, tokoh agama sepakat memaafkan dan meminta dia untuk mengurus agamanya sendiri tidak ikut campur agama Islam.

“Bagi warga Kecamatan Dukun untuk tetap tenang. Kita tetap saling menjaga jangan sampai terprovokasi. Ini agar Magelang tetap Gemilang, Gemah Ripah Iman Cemerlang,” tegas Afifudin.

status-facebook-ys
Salah satu tokoh agama Dr Muhammad Zuhaery mengatakan, pertemuan dengan kapolres dan beberapa tokoh agama itu menghasilkan beberapa point. Yaitu, YS mengakui kesalahannya terkait status di media sosial miliknya. YS juta berjanji tidak akan mengulang perbuatannya.

“Dia juga memohon maaf dan kalau sampai mengulanginya kembali dia siap disanksi sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho tidak bersedia berkomentar banyak. Persoalan terkait status di media sosial itu sudah dibahas dan dianggap selesai.

Untuk diketahui, dalam media sosial YS menuliskan status terkait habib, pada 29 Oktober silam. Pada tulisannya ia merujuk bahwa ada habib yang tidak menyebarkan kebaikan. Tapi, justru dinilai menyebarkan kebencian. Ia membagikan suatu artikel dan mengaitkan dengan pengguna medsos lain. (ady/dem)