Penyandang disabilitas se-Kulonprogo mengikuti Job Fair di Pendopo Yayasan Dharmais, Pengasih, Kulonprogo, Selasa (15/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Puluhan penyandang disabilitas mengikuti Job Fair di Pendopo Yayasan Dharmais, Pengasih, Kulonprogo, kemarin (15/11). Dinsosnakertrans Kulonprogo menggandeng Pusat Rehabilitasi Yakkum untuk menggelar event kali pertama di Kulonprogo ini.

Kepala Dinsosnakertrans Kulonprogo Eka Pranyata mengatakan ada ketentuan untuk perusahaan mempekerjakan penyandang disabilitas satu persen dari jumlah pekerja. Job fair khusus ini merupakan upaya jemput bola agar penyandang disabilitas mudah mencari kerja.

“Kalau menunggu perusahaan membuka lowongan bakal lama. Maka kami undang mereka dan kami pertemukan dengan pencari kerja (penyandang disabilitas). Ada 12 perusahaan yang datang,” kata Pranyata.

Jumlah penyandang disabilitas di Kulonprogo mencapai 5.000 orang. Namun jumlah riilnya dimungkinkan lebih, melihat dari animo pelayanan Jamkesus di empat kecamatan bisa mencapai 200 orang. Sehingga secara keseluruhan jumlah penyandang disabilitas di Kulonprogo sekitar 11.000 orang.

“Animo peserta cukup tinggi, mereka datang dari 12 kecamatan se-Kulonprogo, bahkan ada juga yang datang dari luar daerah,” kata Pranyata.

Ada beberapa kendala yang dihadapi penyandang disabilitas ketika ingin melamar kerja. Salah satunya aksesibilitas angkutan, harus tinggal di luar, dan faktor kemauan. “Tiga hal ini yang menjadi tantangan kami memberikan ruang kerja bagi mereka,” ujar Pranyata.

HRD Alfamart Delanggu Natalia Dian Andiani mengatakan perusahaannya membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Namun sebelum aktif bekerja akan diberi training untuk menyesuaikan kualifikasi yang dibutuhkan. “Kami siap menerima, dan membantu,” ungkap Natalia.

Salah seorang peserta job fair, Widjayanti Ning Tyas, 22, mengatakan job fair khusus tersebut sangat bagus. Dia bisa memiliki kesempatan bekerja.

“Selama ini saya sulit mencari kerja, karena perusahaan hanya melihat fisiknya saja. Belum melihat kemampuan dan meragukan kami. Padahal kami memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan mereka yang normal,” kata Widjayanti. (tom/iwa/mar)