Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrori SH meninjau lokasi longsor di Pedukuhan Serangrejo, Selasa (15/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Tanggul drainase Kulwaru-Sogan di RT 10 RW 5, Pedukuhan Serangrejo, Desa Kulwaru, Kecamatan Wates longsor, Selasa (15/11). Longsor dipicu hujan intensitas tinggi dan banjir September lalu.

Rumah milik Sagiyo, 50, hanya berjarak sekitar dua meter dari lokasi longsor sepanjang 20 meter. Sagiyo dan keluarganya mengungsi ke rumah mertuanya di Desa Ngestiharjo menghindari bahaya.

Seorang warga setempat, Sukarman, 47, mengatakan drainase itu merupakan saluran pembuangan air dari Desa Sogan dan Kulwaru menuju Sungai Serang. Setiap hujan lebat, air meluap. Penyebabnya, debit air dari arah Desa Sogan cukup besar, banjir Sungai Serang juga masuk ke saluran tersebut.

“Saat banjir itulah tanggul ini longsor,” kata Sukarman.

Tanggul setinggi lima meter tersebut dibangun 2003. Baru sekarang tanggul itu mengalami kerusakan pasca-banjir besar. Genap sepekan, keluarga Sagiyo tidak berani menempati rumah tersebut karena muncul retakan di lantai rumahnya.

“Pak Sagiyo itu menderita stroke, isterinya juga sakit, dan satu anaknya habis kecelakaan,” ujar Sukarman yang mantan anggota BPD Desa Kulwaru.

Kondisi itu sudah diketahui pemerintah desa dan dilaporkan Pemkab Kulonprogo. Petugas juga sudah meninjau lokasi longsor, namun belum ada tindakan apapun.

Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrori SH saat melakukan peninjauan akan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Urusan drainase menjadi wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Sehingga rehab untuk tanggul yang longsor merupakan tanggung jawab BBWSSO.

“Kami minta pemkab berkoordinasi dengan BBWSSO. Bagaimana sebaiknya agar tanggul tersebut bisa segera diperbaiki. Karena selain mengancam rumah Pak Sagiyo juga menghambat aliran air,” kata Muhtarom. (tom/iwa/mar)