RADARJOGJA.CO.ID-Keputusan Mabes Polri menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menuai respon positif dari Ormas Islam. Muhammadiyah mendukung keputusan tersebut dan siap untuk mengawal proses hukum sampai selesai.

“Mengapresiasi Kapolri dan Presiden dalam mendukung penegakan hokum,” jelas Ketua Umun Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammdiyah Cik Ditiro Jogja.

Haedar menegaskan, penetapan Ahok sebagai tersangka berdasarkan prinsip hukum yang adil dan obyektif. Ini menunjukkan bukti tegaknya hukum dengan baik serta terjaminnya eksistensi hukum di Indonesia.

Atas keputusan tersebut, Haedar mengajak seluruh Umat Islam untuk legawa terhadap hasil proses hukum nantinya. “Menyerukan kepada semua elemen bangsa untuk bersama-sama memelihara kebhinekaan, ketertiban, kedamaian dan kebersamaan,” jelasnya.

Peristiwa ini, Haedar menyarankan, untuk bias diambil hikmahnya. Yaitu setiap warga negara untuk menghormati setiap keyakinan agama dengan sikap luhur dan toleran.

Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais meminta Polri fokus terhadap pengusutan kasus penistaan agama hingga tuntas. Jangan sampai, persoalan ini melebar menjadi upaya pemakzulan terhadap Presiden

“Kewajiban elemen masyarakat melakukan pengawalan karena Presiden sudah komit pada penegakan hukum,” jelasnya. (bhn/eri)