RADARJOGJA.CO.ID – PEMPROV DIJ kembali geram dengan adanya laporan penambangan pasir liar, kali ini terjadi di kawasan pasir pesisir selatan di Pedukuhan Mancingan, Parangtritis, Kretek, Bantul. Pemprov akan melakukan tindakan tegas bagi para penambang liar. Sampai proses penambangan ilegal itu benar-benar berhenti total.

“Ya mesti ditindaklah karena melanggar aturan,” ujar Plt Sekda DIJ Rani Sjamsinarsi, kemarin (14/11).

Rani mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi terutama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bantul. Sebab, pengawasan harian menjadi wewenang DPU kabupaten. Namun, dengan adanya pelanggaran aturan ini pihaknya tetap akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau terjadi seperti ini kami pasti turun (ke lapangan),” ujarnya yang juga Kepala Dinas PUP-ESDM DIJ ini.

BACA: Penambangan Pasir Ilegal Pantai Parangtritis Ada Bekingnya
Meski belum tahu betul kronologis dan detailnya, namun Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X akan mengingatkan kembali dan berkoordinasi dengan Polda serta dinas terkait untuk memberantas penambangan pasir liar. “Ya jangan ada ilegal,” ujarnya singkat.

Ditemui di Kantor Perwakilan BPK DIJ kemarin, Bupati Bantul Suharsono mengatakan, pihaknya siang kemarin berkoordinasi dengan Pemprov dan Polda DIJ untuk menindak adanya penambangan liar. “Kalau perintahnya bongkar ya akan kami bongkar,” ujarnya.

Namun perintah itu, menurutnya, harus melalui koordinasi terlebih dahulu, sehingga tidak salah langkah. Sebelumnya, pihaknya mengaku sudah melaksanakan tahapan yang ada, namun tetap saja ada penambang yang ngeyel.

“Ternyata masih ada yang ngeyel, kami mohon petunjuk apa yang harus dilakukan. Kami juga akan cek semua lokasi pesisir selatan,” ujarnya. (dya/ila/ong)