JOGJA – Komisioner Panitia Pengawas (Panwas) Kota Jogja dibuat geram dengan ulah tim sukses (timses) dan relawan pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota. Timses dan relawan tetap ngeyel meski, Alat Peraga Kampanye (APK) yang didalamnya ada spanduk, rontek, dan sudah dibredel karena melanggar aturan.

Komisiner Panwas Kota Jogja Iwan Ferdian meminta, seluruh tim sukses maupun relawan pasangan cawali dan cawawali bertindak fairplay. “Setelah ditertibkan, habis itu malah bermunculan lagi,” sesalnya.

Dikatakan, beberapa APK tak hanya melanggar tata cara dan lokasi pemasangannya. Sebagian dinilai melanggar karena desain yang ditampilkan tidak sesuai dengan aturan. Bahkan, ditengarai ada APK bertuliskan kalimat dukungan yang dianggap bernada terlalu keras.

Selain itu juga ada yang sudah dipasang jauh-jauh hari oleh pendukung dari salah satu pasangan calon kepala daerah sebelum masa kampanye dimulai.

Penertiban APK ini digelar Panwas bersama petugas Dinas Ketertiban dan kepolisian di sembilan lokasi Jumat (11/11). Kemudian, Senin (13/11) lalu, Panwas merekomendasikan penertiban APK di 12 lokasi. Rekomendasi telah diserahkan ke KPU setempat.

Pihaknya saat ini dalam posisi menunggu kepastian jadwal eksekusi. Terlebih Dinas Ketertiban memiliki mekanisme tersendiri. “Kapan proses eksekusi penertiban bisa memakan waktu panjang,” jelasnya.

Diakui Iwan, penertiban APK tidak bisa langsung dilakukan ketika terbukti melanggar. Terdapat mekanisme yang harus ditempuh sesuai Perwal 89/2016 terkait penertiban APK Pilwali Kota Jogja. Pertama dengan memberikan rekomendasi dulu ke KPU.

“Kemudian KPU menindaklanjuti ke tim sukses agar ditertibkan sendiri dalam kurun waktu 1×24 jam. Jika belum ditertibkan, baru diteruskan ke Dinas Ketertiban,” papar Iwan. (pra/eri)