RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X memukul kepala anggota salah satu aparat Brimob, Polda DIJ dengan batu bata di Mako Brimob, Baciro, Jogja, kemarin (14/11). Seketika bata merah tersebut pecah tanpa melukai sedikitpun kepala anggota Brimob.

Pada peringatan hari jadi Brimob tersebut juga ditampilkan beberapa atraksi bela diri dari personel Brimob. Bela diri yang ditampilkan seperti tarung edajat, jeet kune do dan jiu jitsu.

Sementara itu berlaku sebagai inspektur upacara Kapolda DIJ Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat.

HB X usai perayaan berharap brimob bisa menunjukkan jati diri sesuai dengan sumpah tribata. Sebagai aparat yang memiliki kewenangan khusus, brimob diharapkan terdepan dalam mengayomi masyarakat.

“Brimob sudah punya standar prosedur kerja dan bisa mengatasi berbagai persoalan keamanan,” jelasnya.

jajaran Polda DIJ, dapat segera melakukan pengungkapan kejadian yang masuk katagori terror di tengah masyarakat tersebut. Hanya saja untuk penyelesaiannya, tetap harus mengikuti tatanan koridor.

Sementara itu Kapolda DIJ dalam membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian berpesan kepada semua personel Brimob dimanapun bertugas agar tidak cepat puas dengan segala prestasi yang sudah diukir. Brimob, harus tetap berbenah diri dan melakukan evaluasi secara berkala karena tugas dan tantangan, apalagi ke depannya kedua hal tersebut akan semakin berat dan kompleks.

“Setiap personel Brimob harus bisa meningkatkan kemampuannya, terus berlatih dan jaga loyalitas. Termasuk jaga kekompakan dengan sesama dan pasukan lain,” jelasnya
Khusus di wilayah DIJ, Kapolda menyebut peran dari Brimob begitu besar dalam memperlancar tugas kepolsiian.

Termasuk yang baru dilakukan oleh jajaran Brimob Polda DIJ yang baru saja membantu Polda Metro Jaya dalam pengamanan demo 4 November lalu. (bhn/ong)