RADARJOGJA.CO.ID-Bogowonto adalah sungai yang sangat identik dengan Purworejo. Mengalir sekitar 67 kilometer dari utara ke selatan atau tepatnya dari dataran tinggi Gunung Sumbing di Wonosobo dan bermuara ke Samudera Hindia.

Berangkat dari beragam keprihatinan dan nama besar Bogowonto tersebut, digagas adanya even budaya tahuan yang diberi nama Festival Bogowonto. Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan nyata menjaga dan melestarikan keberadaan daerah aliran sungai (DAS) Bogowonto. Sebagai pembuka, bulan ini akan dihelat kegiatan Grebeg Clorot Emas yang akan dipusatkan di Desa Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo pada Minggu (27/11) mendatang.

“Dari kegiatan itu, kami harapkan akan terwujudnya sistem dan strategi yang terpadu untuk pengelolaan Sungai Bogowonto serta membangkitkan kembali kepedulian masyarakat akan keberadaan air sebagai sumber kehidupan. Yang tak kalah penting adalah mengangkat kembali kearifan loka di sekitar Sungai Bogowonto sebagai bagian dari pelestarian lingkungan, seni dan budaya masyarakat,” kata Rianto Purnomo, penggiat seni dari Paseban Bagelen.

Disiapkan sejumlah kegiatan yang akan mendukung festival yang akan dilangsungkan selama tahun 2017. Dimana pada awal tahun akan digelar Festival Bumi Bogowonto yang dilanjutkan Festival Seni Budaya Bogowonto (April-Juni), Festival Herritage Bogowonto (Juli-September) dan Festival Kuliner Bogowonto (Oktober-Desember). Beberapa pihak akan dilibatkan sesuai dengan festival yang diadakan seperti Ali Photographi, GW Production, Kopikola, FKH Godong Bagelen dan sebagainya.

Dari rangkaian kegiatan itu, muncul harapan akan semakin terjaga ekosistem di aliran Sungai Bogowonto dan menjadikan alirannya sebagai destinasi utama wisata biologi dan sebagai tempat pendidikan masyarakat dalam bidang lingkungan, seni dan budaya.

“Ujungnya adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis ekonomi kreatif serta terbangunnya forum yang melibatkan banyak komunitas pemerhati Bogowonto dari hulu hingga hilir,” ungkapnya. (udi/dem)