RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Seorang pembantu rumah tangga, Mia,23, diamankan anggota unit Reskrim Polsek Mantrijeron. Warga Wonosari, Gunungkidul terbukti melakukan pencurian yang dilakukan di rumah mantan majikannya Reni Puspita, Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, Jogja.

Kapolsek Mantrijeron Kompol Agus Setya Budi menerangkan, aksi pencurian dilakukan pada 4 November. Pelaku memasuki rumah korban dengan menipu pembantu yang tinggal di rumah tersebut.

“Mantan pembantu ini bilang dipanggil oleh sang majikan. Pelaku memang sudah memiliki niat ingin mencuri,” jelasnya.

Dia menjelaskan, saat melakukan aksinya pelaku sempat kepergok oleh pembantu yang ada di rumah. Karena ketahuan, pelaku mengembalikan barang yang hendak di curi dan memilih pergi meninggalkan rumah bekas majikannya.

Belum sempat melangkahkan kaki keluar, aksi itu dihentikan oleh si pembantu dan langsung memberitahu pemilik rumah mengenai kehadiran tersangka. Meski sempat mengelak melakukan pencurian, pelaku akhirnya mengakui sudah mengambil uang sebanyak Rp200.000 yang diletakan di atas meja.

“Berbekal barang bukti dan keterangan saksi pelaku diserahkan ke Polsek Mantrijeron,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Mantrijeron Iptu Wiyadi menyebut, pelaku ini direkrut oleh korban untuk menjadi pembantu dari sebuah jasa penyedia pembantu di wilayah Sleman. Namun pelaku sudah keluar dan korban sudah mendapatkan pengganti.

Dalam aksinya tersebut, tersangka memanfaatkan pengenalan situasi di dalam rumah untuk mendapatkan keuntungan dengan mencuri. Hasil penyelidikan yang dilakukan, pelaku tercatat baru saja keluar dari Lapas Cebongan Sleman tiga bulan lalu.

“Terlibat kasus pencurian dan penggelapan mobil di vonis bersalah dan kena hukuman tujuh bulan penjara,” jelas Wiyadi.

Saat ini karena aksi nekatnya tersebut, pelaku akan dijerat dengan pasal 362 jo pasal 53 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Pengenaan pasal tersebut dikarenakan sudah sempat akan mencuri barang namun karena ketahuan barang yang dicuri dikembalikan ke tempatnya. Karena aksi nekat tersebut pelaku terancam dapat dipenjara maksimal hingga lima tahun lamanya. (bhn/ong)