RADARJOGJA.CO.ID-SLEMAN-Masih ada saja, seorang pembantu atau asisten rumah tangga yang diperlakukan melebihi budak. Kisah miris ini menimpa Sartini, 36, dan bayinya yang masih 1,5 tahun.

Perbuatan keji ini, dilakukan seorang majikan bernama warga Pengging, Boyolali, Jawa Tengah, Adi Cahyono alias Diduk,35 yang tinggal di Samalo, Jetis. JM, anak Sartini pernah mengalami berbagai siksaan, Mulai dari siraman air panas, sampai dengan dimasukkan ke dalam lemari es.

Atas perbuatan Adi Cahyono itu, ibu dan anak yang berasal Pucangsawit, Jebres, Solo, Jawa Tengah, itu pun melaporkan perbuatan Adi Cahyono ke ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polda DIJ tadi (16/11) malam. Sartini datang melapor ditemani tetangga dari Mojosongo, Solo, Jawa Tengah beserta rekan dan kerabat.

‪Kepada petugas, Sartini menyebut, penyiksaan mulai terjadi di rumah majikannya di Klaten, Jawa Tengah. Penyiksaan terus berlanjut ketika majikannya berpindah rumah ke Dusun Samalo, Patalan, Jetis, Bantul.

“Alasan penyiksaan itu karena anak saya dianggap sebagai pembawa sial yang menyebabkan usaha majikan bangkrut,” jelas Sartini.

‪Dia menuturkan, kekerasan terhadap anaknya dilakukan berbagai cara, mulai dengan tangan kosong dan berbagai alat. JM suatu ketika pernah dimasukkan ke salam kulkas besar selama satu jam. Majikannya, juga pernah mematahkan gigi JM dengan tang.

‪Bila majikan mengamuk, JM disiram dengan kopi panas dibagian kemaluan. Bahkan, dua jari kaki kanan diikat dengan karet gelang selama satu malam hingga dipaksa makan sambal pedas.

‪Kekerasan yag terjadi sejak Februari sampai September tersebut dilakukan majikan dengan mengikat kedua tangan kedua JM. Lalu, dipancangkan di pintu sambil hidung ditendang dan ditaruh di atas lemari tinggi selama berjam-jam.

“Penyiksaan dilakukan di depan mata dan ibu saya. Istri majikan tak berdaya mencegah penyiksaan tersebut,” jelasnya.(bah/eri)