Humas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung dan Kasi Dikmas Ditlantas Polda DIJ Kompol Sukijo saat menyampaikan materi dalam kegiatan roadshow go to school di MA Nurul Ummah Kotagede, Selasa (15/11). (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – PT Jasa Raharja dan Ditlantas Polda DIJ menyambangi sekolah MA Nurul Ummah, Selasa (15/11). Kedatangan dua lembaga pemerintah ke sekolah yang berada di Kotagede, Jogja tersebut merupakan bagian dari kegiatan road show go to school yaitu sosialisasi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan pengurusan santunan kecelakaan PT Jasa Raharja.

logo-jrDalam kesempatan itu, Humas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung merangkan, setiap penumpang angkutan umum yang mengalami kecelakaan dipastikan akan mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja. Santunan bervariasi, tergantung tingkat kecelakaan. Untuk korban kecelakaan angkutan darat dan laut yang mengalami luka-luka, santunan biaya perawatan maksimal Rp 10 juta, cacat tetap Rp 25 juta, dan santunan korban meninggal Rp 25 juta.

Sedangkan untuk biaya perawatan bagi korban kecelakaan angkutan udara maksimal Rp 25 juta, cacat tetap Rp 50 juta, dan santunan meninggal dunia Rp 50 juta.

“Untuk kecelakaan angkutan udara, syarat utamanya adalah surat keterangan dari otoritas bandara, kecelakaan angkutan laut syaratnya surat keterangan dari pelabuhan, dan kecelakaan darat syaratnya adalah laporan polisi (LP),” kata Wahyu ketika menyampaikan materi dihadapan siswa-siswi dan guru MA Nurul Ummah, Kotagede, Jogja, Selasa (15/11).

Sementara itu, Kasi Dikmas Ditlantas Polda DIJ Kompol Sukijo mengatakan, setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib membawa surat ijin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Saat melintas di persimpangan jalan, patuhi rambu lalu lintasnya. Jika lampu merah ya berhenti. Jangan nerobos lampu merah, akibatnya bisa fatal, bisa tabrakan dengan kendaraan lain,” pesan Sukijo. (mar/dem)