RADARJOGJA.CO.ID, BANTUL – Pagar makan tanaman. Ungkapan ini pas untuk menggambarkan aksi yang dilakukan Sumaryadi, 37. Bagaimana tidak, sebagai satpam, warga Turi, Sumberagung, Jetis ini bukannya mengamankan bank yang terletak di Jl Imogiri Barat Km 6,5 Bangunharjo, Sewon. Sebaliknya, Sumaryadi malah membobol sendiri bank yang telah mempekerjakannya selama ini.

Kasat Reskrim polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengungkapkan, aksi pembobolan bank terjadi Sabtu (12/11). Dari hasil pemeriksaan sementara, Sumaryadi melakukan aksinya seorang diri.

“Pelaku sekarang masih dirawat di rumah sakit,” ungkapnya, Minggu (13/11).

Ya, usai membobol bank Sumaryadi berusaha bunuh diri. Dengan meminum racun serangga. Ceritanya, usai piket pagi, Sumaryadi pulang ke rumahnya pada Sabtu (12/11) malam untuk pamit kepada istrinya, Nining Desiana. Kepada istrinya, Sumaryadi bilang untuk kerja berjaga lagi. Hanya, Nining tidak berada di rumah karena sedang menghadiri acara di salah satu rumah warga.

Sesampainya di rumah, Nining terhenyak. Lantaran melihat suaminya tergeletak di halaman rumah dengan mulut berbusa.

“Sumaryadi segeradilarikan ke RSUD Panembahan Senopati,” jelas Anggaito.

Dari pemeriksaan, semula Nining mengaku tidak mengetahui penyebab suaminya tergeletak lemas. Nining baru mengetahui penyebabnya setelah Sumaryadi sadar dari koma. “Pengakuannya ditulis di atas kertas,” kata Anggaito menyitir pernyataan Nining.

Anehnya, lanjut Anggaito, uang dari kejahatannya ini tidak dia nikmati. Uang sekitar Rp 200 juta tersebut malah dibuang ke sungai di wilayah Sindet, Trimulyo, Jetis.

“Modusnya untuk membayar utang karena sering membeli togel,” bebernya.

Menurut Anggaito, Sumaryadi melakukan aksinya dengan merusak brankas dengan gerinda. Agar aksinya tidak terlacak, Sumaryadi juga merusak CCTV.(zam/yog/mar)