RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Pasangan calon (paslon) wali kota-wakil wali Kota Jogja Imam Priyono-Achmad Fadli memanfaatkan hari libur, Minggu (13/11) tidak seperti hari biasa saat kampanye dengan blusukan ke kampung-kampung atau pasar tradisional. Keduanya pilih berbaur dengan masyarakat untuk olahraga bersama di lima lokasi. Yakni, Semaki, Bangunrejo, Kricak, Prawirodirjan, dan Kampung Pakelrejo (Sorosutan).

Dalam kesempatan itu, IP, sapaan akrab Imam Priyono, mengajak seluruh warga membudayakan hidup sehat dengan berolahraga. Ke depan, IP juga akan menjadikan olahraga sebagai bagian gaya hidup warga Kota Jogja. “Mulai anak-anak hingga lansia di Kota Jogja harus terbiasa berolahraga,” ujarnya.

Untuk itu IP berjanji ke depan akan menyusun regulasi guna menjadikan olahraga sebagai gaya hidup masyarakat. Terutama untuk jenis olahraga rekreasi yang memiliki nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. IP menyebut kegiatan mancing bersama, juga bisa dijadikan sarana menumbuhkan kebersamaan. “Yang tidak kalah penting itu tempatnya, ini yang juga akan kita sediakan,” janjinya.

Gaya hidup sehat dengan berolahraga akan dituangkan dalam kebijakannya seandainya terpilih menjadi wali kota 2017-2022. IP berencana menyusun regulasi untuk mengolahragakan masyarakat dan sebaliknya, memasyarakatkan olahraga. Terutama untuk jenis olahraga rekreasi yang memiliki nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

IP menyebut kegiatan mancing bersama, juga bisa dijadikan sarana menumbuhkan kebersamaan. “Yang tidak kalah penting itu tempatnya. Ini yang juga kami pikirkan untuk penyediaannya,” janji calon yang diusung PDI Perjuangan, PKB, dan Nasdem.

Mantan direktur PDAM Kota Jogja itu mengingatkan pentingnya berolahraga guna menambah semangat dan vitalitas dalam aktivitas sehati-hari. Olahraga juga membuat tubuh lebih sehat dan tidak mudah sakit. “Jika sehat tentunya untuk melakukan hal yang produktif juga lebih semangat,” lanjut calon wali kota dengan nomor urut 1 itu.

Sementara pasangannya, Achmad Fadli berangan-angan membangun ruang untuk aktivitas olahraga di setiap kampung. “Tidak ada alasan untuk tidak berolahraga,” tegasnya. Bagaimana dengan kampung padat penduduk yang memiliki keterbatasan lahan? Fadli berjanji akan memikirkannya. Salah satu solusinya, memperbanyak kawasan bebas kendaraan. (pra/yog/ong)