RADARAJOGJA.CO.ID – CILACAP – Lengkap sudah delapan tim yang lolos ke perempatfinal ISC-B 2016. PSCS Cilacap menjadi tim terakhir yang mengisi slot ke delapan. Itu setelah pada pertandingan tadi malam (12/11) di Stadion Wijayakusuma, Cilacap menang atas PSIM Jogja 1-0. Gol tuan rumah dicetak Rendy Saputra pada menit 15 babak kedua.

Sebelumnya yang telah lebih dulu lokos yakni PSS Sleman, Perssu Sumenep, Persita, Perserang, Persekap, Martapura FC, dan PSPS Pekanbaru.

Tuan rumah yang ingin memastikan lolos di depan pendukungnya, langsung memasang formasi offensif sejak menit pertama. Pelatih PSCS Gatot Barnowo menggunakan skema 4-3-3. Sementara PSIM lebih berhati-hati dengan menjaga daerah pertahanannya dengan lima pemain belakang. Kedua pelatih bertarung strategi di atas lapangan.

Gatot Barnowo lebih dulu gatal setelah berkali-kali gempuran anak asuhnya masih bisa dimentahkan Sunni Hizbullah dkk. Ia kemudian memasukkan penyerang Arief Yulianto menggantikan gelandang M. Choiron jelang babak pertama berakhir. Total 4 penyerang PSCS mengurung pertahanan Laskar Mataram. Namun benteng anak Jogja masih kokoh, setidaknya sampai babak pertama berakhir.

Di babak kedua PSIM tidak punya pilihan selain keluar menyerang untuk mencetak gol. Terus-menerus bertahan di babak kedua akan sia-sia. Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto lalu mengganti Nurdiansyah dengan Dimas Priambodo.

Hasilnya, Pratama Gilang melepaskan tembakan jarak jauh yang mengancam gawang PSCS. Hanya bola sedikit di atas mistar gawang. Rangga Muslim perkasa masuk menggantikan Krisna Adi Darma di menit 52.

Selepas kebobolan, tim tamu lebih berani menyerang. Beberapa kali percobaan serangan tim tamu berupaya menggedor gawang Ega Rizky. Namun sampai peluit panjang dibunyikan wasit, tidak ada lagi gol tercipta. Tuan rumah menang 1-0.

Erwan mengatakan, meskipun langkah anak asuhnya terhenti di babak 16 besar, namun pihaknya bangga dengan mentalitas dan dapat mengimbangi tuan rumah. “Memang belum rezeki kami, anak-anak sudah berjuang maksimal. Kami syukuri ini menjadi suatu pengalaman berharga. Kami harap dalam kompetisi tahun depan kami lebih kuat,” katanya seusai laga.

PSIM termasuk skuad dengan pemain paling muda di ISC-B. Rata-rata usia mereka adalah 22 tahun. Paling tua adalah penjaga gawang Ini Kurniawan, 34. “Mentalitas mereka bagus, berani berduel dengan pemain PSCS yang lebih senior. Ke depan kami istirahat dulu dan akan koordinasi dengan manajemen. Yang pasti tanggung jawab ini kami sampaikan ke manajemen,” imbuhnya.

Gatot Barnowo menyebut, di babak pertama banyak peluang namun tidak masuk. Keterbatasan materi dengan absennya Syaiful Bahri dan M. Wahyu sangat berpengaruh. “Hasil ini kami syukuri. Target PSCS mewakili Jateng tercapai,” jelasnya. (riz/din/ong)