RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat berakhir beberapa waktu lalu. Namun bonus bagi atlet Kota Jogja yang berlaga di even tersebut belum juga juga cair. Total bonus yang telah diajukan kepada Pemkot Jogja sebesar Rp 400 juta.

Jumlah tersebut akan diberikan kepada pelatih maupun para atlet peraih medali emas, perak, maupun perunggu.

Ketua Umum KONI Kota Jogja Santosa Budirahardjo mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu proses pencairan bonus tersebut dari Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Jogja. Ia mengklaim, prosedur pencairan telah diajukan termasuk laporan pertanggungjawaban dari KONI. “Alasan dari Kesbang yang kami dengar karena beberapa kegiatan anggaran belum di-SPJ-kan. Padahal kami sudah ajukan itu sampai tiga tahap,” katanya kepada wartawan di kantor KONI Kota Jogja, Jumat (11/11).

Anggaran tersebut diajukan KONI dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2016.Ia menyebutkan, dalam PON lalu atlet Kota Jogja mengoleksi 10 medali emas 8 perak dan 6 perunggu. Adapun bonus yang akan diberikan kepada atlet peraih medali emas perorangansebesar Rp 15 juta, ganda 2-3 orang masing-masing Rp 12 juta, beregu 4 orang Rp 10 juta, beregu 5-8 orang Rp 9 juta, beregu 9-12 orang Rp 7,5 juta dan beregu lebih dari 13 orang Rp 6 juta.

Sedangkan atlet peraih medali perak perorangan Rp 9 juta, ganda 2-3 orang masing-masing Rp 7,5 juta, beregu 4 orang Rp 6 juta, beregu 5-8 orang Rp 4,5 juta, beregu Rp 9-12 orang Rp 3 juta. Untuk atlet peraih medali perunggu perorangan Rp 6 juta, ganda 2-3 orang masing-masing Rp 4,5 juta, beregu 4-8 orang Rp 3 juta dan beregu lebih dari 9 orang Rp 2,5 juta.

Nilai bonus yang diterima pemain berbeda dengan pelatih. Rinciannya, pelatih yang berhasil mengantarkan atlet meraih medali emas mendapatkan Rp 5 juta untuk perorangan. Kemudian Rp 4 juta untuk ganda 2-4 orang, Rp 3 juta untuk beregu 5-8 orang, dan Rp 2 juta untuk beregu lebih dari 9 orang. Sedangkan peraih medali perak, pelatih diganjar Rp 3 juta untuk perorangan, ganda 2-4 orang Rp 2 juta, beregu 5-8 orang Rp 1,5 juta, dan beregu lebih dari 9 orang Rp 1juta.

Sementara peraih medali perunggu, tiap pelatih akan menerima Rp 1,5 juta untuk perorangan. Ganda 2-4 orang Rp 1 juta, beregu 5-8 orang Rp 750 ribu, dan beregu lebih 9 orang Rp 500 ribu. Total yang akan diterimakan sebesar Rp 362 jutaan, setelah dipotong pajak 5 persen menjadi Rp 344 jutaan. “Anggaran Rp 400 juta itu masih ada sisa, tentunya akan kembali ke Pemkot,” bebernya.

Kepala Kantor Kesbang Kota Jogja Sukamto mengatakan, alasan belum turunnya bonus untuk atlet tersebut di antaranya karena masih ada beberapa kegiatan KONI Kota Jogja yang laporannya belum sesuai dengan regulasi yang ada.

Seperti belum lengkapnya tanda tangan, maupun laporan pengeluaran yang belum sinkron satu sama lain dalam Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pertama, sehingga tali asih atlet maupun pelatih yang masuk dalam NPHD kedua pun tak kunjung selesai diproses. Bukan tidak mungkin tali asih yang diajukan dalam ABT 2016 itu bisa hangus bila tidak kunjung cair hingga akhir tahun 2016. (riz/din/ong)