Komisi II DPRD Kulonprogo saat inspeksi mendadak (sidak) Instalasi Pengolah Air (IPA) Sapon, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kamis (10/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID, KULONPROGO – Komisi II DPRD Kulonprogo meninta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) “Tirta Binangun” mempercepat perluasan layanan masyarakat. Terutama layanan yang berasal dari Instalasi Pengolah Air (IPA) Sapon, Lendah. Jumlah pelanggan dinilai masih terlalu sedikit dibanding kapasitas IPA tersebut.

“IPA Sapon memiliki kapasitas yang cukup besar. Namun saat ini jangkauan layanannya masih terbatas di tiga kecamatan, yakni Lendah, Sentolo, dan sebagian Wates. Di tiga kecamatan itupun baru beberapa desa, belum menjangkau semua wilayah kecamatan,” kata Komisi II DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrori saat inspeksi mendadak (sidak) di IPA Sapon, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kamis (10/11).

Sidak kali ini Muhtarom ditemani anggota komisi II Suharmanto, Priyo Santoso, Yuliyantoro dan Ika Damayanti Fatma Negara. Kehadiran mereka ditanggapi kepala PDAM Unit Lendah Sutopo. “Sebenarnya warga Panjatan sangat membutuhkan layanan air bersih. Karena kualitas air sumur milik sebagian besar warga kurang bagus. Di samping itu juga sering terjadi banjir yang mengakibatkan warga tidak bisa memanfaatkan air sumur,” imbuh politisi PAN tersebut.

Priyo Santoso berharap, PDAM segera mengupayakan perluasan layanan jaringan di Panjatan serta Galur dan Temon yang dinilai sangat membutuhkan. Jalan menuju lokasi IPA Sapon juga butuh perbaikan, karena belum diaspal dan terlalu sempit. Selain itu, lingkungan IPA juga kurang terawat dan banyak ditumbuhi tumbuhan liar. “Sebagai lembaga pelayanan publik, jalan dan lingkungan IPA Sapon kurang representatif. Harus ada inisiatif dari PDAM agar lingkungannya nyaman dan mudah dijangkau,” harapnya.

Sutopo menjelaskan, kapasitas IPA Sapon sebesar 80 liter per detik. Cakupan layanan mencapai 1.600 pelanggan di wilayah Lendah, Sentolo dan Wates. Pemasangan pipa induk sebenarnya juga sudah mencapai wilayah Kecamatan Panjatan. Namun dia mengakui, wilayah tersebut belum ada warga yang terlayani dari IPA Sapon.

“Untuk Kecamatan Panjatan sudah dipasang pipa induk oleh Satgas Air DIJ. Namun, saat ini masih dalam tahap uji coba. Setelah ada rekomendasi dari Satgas Air DIJ nanti akan dilakukan perluasan sambungan. Kemungkinan 2017 sudah bisa dilakukan,” jelasnya. (tom/din/mar)