RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO-Pasangan calon bupati Kulonprogo dan calon wakil bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo-Sutedjo memanfaatkan jatah kampanyenya dengan mengunjungi Pasar Glaeng, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, kemarin (11/11).

Kedatangan mereka untuk melihat aktifitas jual beli di pasar tradisional yang dinilainya sebagai simbol kerakyatan. “Karena sebentar lagi ada bandara di sini. Karena itu perkembangan di daerah sini tentu akan pesat sekali. Jadi kami tidak ingin pasar di sini tidak enak dipandang dan dikunjungi,” ujarnya.

Menurutnya, pasar tradisional merupakan pusat jual beli produk-produk lokal atau produk kerakyatan, “Bisa dilihat sendiri indah sekali suasanannya, interaksi mereka, semua hampir produk kita sendiri,” tambahnya.

Memperindah yang dimaksud bukan menggusur, lanjutnya, tadi ada keluhan masih sedikit sepi jika tidak bukan hari pasaran, tentu nanti akan lebih ramai jika ada bandara, bahkan mungkin warga luar Kulonprogo, sehingga perlu dipercantik.

“Yang sudah ada sudah bagus sekali, tadi saya beli buah, sayuran semua segar dan sehat, tahu tempe bacem, petai semua khas produk lokal. Kalau dikaitkan dengan Bela Beli Kulonprogo bisa juga, agar uangnya tidak mengalir ke mana-mana. Jadi tidak ada penggusuran,” lanjutnya.

Sutedjo berharap proses jual beli di pasar tradisional yang sudah berjalan baik ini akan terus berjalan baik. Artinya, penjual mendapat perhatian para pembeli, begitu pula sebaliknya pedagang mendapatkan apa yang diinginkan dengan harga jual yang layak.

“Saya melihat harga-harga di pasar ini wajar, kegiatan ekonomi berjalan baik, harapan saya yang seperti ini bisa berjalan terus. Keluhan tidak ada, tetapi kami tetap akan memikirkan bagaimana pasar ini menjadi lebih nyaman, dengan program kita jika terpilih kembali,” harapnya.

Dalam agenda kampanye kali ini, pasangan yang memiliki basis masa dengan jargon Sedulur Hasto-Tedjo (Sehat) ini juga melakukan agenda sama (blusukan) di Pasar Kliwon, Kranggan, Kecamatan Galur dan di Pasar Ngentakrejo, Kecamatan Lendah.

“Kami datang ke pasar tradisional untuk bertemu dan menyerap aspirasi mereka, karena kita tetap fokus untuk ekonomi kerakyatan yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ucapnya. (tom/din/ong)