RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Peristiwa naas yang menimpa Ahmad Romadhon,2, patut menjadi perhatian para orang tua yang memiliki anak balita. Khsusnya, warga yang berdomisili di dekat sungai atau tempat-tempat yang dianggap rawan bahaya. Lengah sedikit saja akibatnya bisa fatal.

Seperti menimpa Ahmad Romadhon yang hanyut di Sungai Winongo kemarin (10/11) pagi sekitar pukul 07.00. Tanpa disangka, lepas dari pengawasan orang tuanya, bocah dua tahun yang tinggal di Dusun Pojok RT 04, Sinduadi, Mlati itu bermain ke tepi sungai hingga akhirnya hanyut terbawa derasnya arus.

Kejadian itu bermula saat korban pulang dari pasar bersama ibunya. “Saat si ibu memasukan dagangan ke dalam rumah korban bermain di halaman depan. Selang 5 menit kemudian ibu korban mencari anaknya namun tidak ada,” ungkapnya kepada Radar Jogja kemarin (10/11).

Dibantu anggota keluarga lainnya, si ibu mencari korban di rumah-rumah tetangga sekitar rumah. Namun, hasilnya nihil. Setelah pencarian di belakang rumah, terlihat ada jejak kaki anak kecil yang diperkirakan milik korban. Warga segera menyisir lokasi. Termasuk meminta bantuan tim SAR dan kepolisian. “Jam 09.50 korban ditemukan telah meninggal dunia dan mengapung di bawah Jembatan Blambangan atau satu kilometer dari lokasi kejadian. ,” jelas Haryanta.

Jasad korban segera dievakuasi dan di bawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Agar kasus serupa tak menimpa keluarga lain, Haryanta mengimbau para orang tua pemilik balita agar ekstra hati-hati dalam mengawasi buah hati mereka. (riz/yog/ong)