GUNUNGKIDUL – Persoalan di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu semakin rumit. Aksi menuntut Kades Dadapayu Rukamta mundur dari jabatan tidak hanya disuarakan oleh masyarakat, namun juga seluruh perangkat desa.

Puncaknya, dalam mediasi yang kembali digelar di Balai Desa Dadapayu kemarin (10/11), seluruh perangkat desa terdiri 20 padukuhan dan perangkat di lingkungan desa setempat menyatakan mogok kerja.

Mereka bersama-sama menyerahkan kunci setiap ruangan kepada Kades Rukamta yang bersikukuh enggan mundur. Rukamta beralasan telah mendapat rekomendasi dari bupati untuk melanjutkan tugas sebagai kades.

Namun penjelasan dari Rukamta di hadapan rapat muspika memantik emosi ratusan pendemo. Rukamta yang berniat meninggalkan lokasi usai pertemuan digelar mendadak dikepung para pengunjuk rasa. Bahkan Rukamta terpaksa dievakuasi menggunakan mobil polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kabag Ekonomi dan Pembangunan Desa Dadapayu, Sunoto menyesalkan arogansi kades yang tidak mau mundur dari jabatan. Oleh karena itu, pihaknya bersama dengan perangkat desa lain sepakat untuk melakukan aksi mogok kerja. “Kunci kami serahkan kepada kades. Untuk sementara kami tidak masuk kantor sampai semua tuntutan dipenuhi,” kata Sunoto.

Camat Semanu Wastana mengimbau kepada perangkat desa agar mengurungkan niat untuk mogok kerja. Menurut Wastana, jika sampai semua perangkat desa tidak menjalankan tugas di pemerintahan, pelayanan masyarakat terganggu. “Harapan kami seperti itu,” kata Wastana.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat, Herman mengatakan, keterlibatan Kades Rukamta dalam pungutan liar kepada 5 dukuh terlantik tidak bisa dimaafkan. Upaya mendesak agar yang bersangkutan mengundurkan diri secara baik-baik juga tidak dilakukan. “Kalau sudah begitu, kami akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Kami akan memidanakan kades,” kata Herman.

Sebelumnya, dalam aksi demo kemarin sempat terjadi kericuhan. Peserta aksi demo membakar spanduk dan replika jasad manusia sebagai bentuk protes. Bahkan, Kades Rukamta nyaris dimassa. Beruntung aparat kepolisian bergerak cepat mengambilalih situasi. (gun/din/mg2)