SLEMAN – Peringatan Hari Pahlawan 10 November menjadi momen untuk menggembleng karakter diri. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sleman Sutarjo SH, MH dalam upacara di Taman Makam Pahlawan Dr Wahidin Soediro Husodo, kemarin (10/11).

Ia menilai ada tren negatif yang berkembang di generasi muda saat ini. Budaya kelompok dianggap sudah kebablasan dan berujung pada penyimpangan moral. Berkaca pada meningkatnya kasus kekerasan, vandalisme dan narkoba oleh generasi muda saat ini.

“Hari Pahlawan sebagai momentum untuk mengenang jasa pejuang Indonesia zaman dulu. Tugas kita saat ini sebenarnya mudah, hanya menjaga, melestarikan dan mengembangkan. Tapi sebagian justru memanfaatkan untuk tindakan yang tidak terpuji,” ujarnya.

Sutarjo meminta generasi muda lebih selektif. Termasuk dalam memilih teman sepermainan yang baik. Tujuannya, selain menghindari tindakan buruk juga mengasah karakter diri dan juga dalam lingkungan.

Sutarjo sempat menyinggung beberapa aksi anarkistis generasi muda. Rata-rata tindakan berawal dari bujukan kelompok. Merasa sudah menjadi satu, maka tak jarang ajakan ini dipatuhi.

Upaya untuk menjembatani diri dengan selektif dianggap tepat. Ia menekankan selektif bukan untuk pilih-pilih pertemanan. Pertemanan yang baik, menurut Sutarjo, dapat memacu kreativitas dan prestasi. Hal-hal seperti inilah yang perlu diperdalam oleh generasi muda.

“Tanamkan nilai positif dalam diri untuk membentuk karakter yang kuat. Selanjutnya menginspirasi teman sebaya dengan tindakan yang baik. Dampaknya tentu sangat bagus dalam lingkungan,” ujarnya.

Upacara Hari Pahlawan juga digelar di Lapangan Denggung, Sleman. Dalam kesempatan ini, Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria SIK menjadi inspektur upacara. Ia juga mendorong agar semangat juang tetap tinggi dalam masyarakat.

Menurutnya semangat kepahlawanan tidak hanya berbicara tentang patriotisme defensive. Lebih luas, berjuang lebih bermakna dengan aksi nyata positif dan progresif. Artinya benar-benar berusaha bertindak untuk kemajuan diri, lingkungan dan bangsa. (dwi/laz/mg2)