JOGJA- Pasangan nomor urut dua, calon Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) dan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP), meyakinkan masyarakat akan terus mengawal proses revitalisasi kawasan Malioboro menjadi semi pedestarian.

Komitmen itu termasuk upaya untuk menarik pengunjung mau memarkir kendaraan di Taman Khusus Parkir Abu Bakar Ali (ABA). “Kami menginginkan selain dengan sepeda kayuh juga disiapkan shutle bus dari ABA,” ujar HS saat berdialog dengan komunitas di ABA kemarin (10/11).

Diakuinya, jika hendak ke Pasar Beringharjo tapi harus parkir di ABA, jalannya terlalu jauh. Untuk itu dia memiliki ide difasilitasi dengan shutle bus gratis. Bahkan untuk shutle bus yang akan dipakai, direncanakan merupakan bus terbuka.

Diharapkan selain untuk angkutan pengunjung ke Malioboro juga sekaligus sebagai daya tarik wisata.

Untuk menaikinya bisa dengan menunjukkan karcis parkir ABA. HS mengatakan hal itu juga untuk menghilang parkir kendaraan di sirip jalan di kawasan Malioboro. “Sudah jelas sirip jalan di Malioboro dilarang untuk parkir. Warga diminta juga jangan mengizinkan halamannya untuk parkir,” jelasnya.

HS mengatakan untuk penataan kawasan Malioboro memang butuh waktu. Termasuk dengan memindahkan parkir yang dulunya di sisi timur Malioboro ke TKP ABA. Menurut dia, untuk penataan Malioboro akan dilakukan bertahap, tahun ini fokusnya menata sisi timur Malioboro. “Malioboro ini bagian dari sumbu filosofi. Penataannya akan digabungkan dengan penataan sisi selatan Stasiun Tugu hingga ke Alun-alun Utara,” jelasnya.

Calon Wakil Wali Kota Jogja HP menambahkan penataan mutlak dilakukan di Malioboro sebagai magnet utama wisata di Kota Jogja. Menurut dia, keengganan pengunjung parkir di ABA karena masih masa transisi. Tapi setelah nantinya difasilitasi, baik dengan pengadaan sepeda maupun shutle bus, diyakini akan menarik jumlah kendaraan yang parkir di ABA. “Dengan akses yang dipermudah tentu tidak akan keberatan parkir di ABA, malah ada tambahan fasilitas,” ujarnya.(sky/din/mg1‎)