BANTUL – Para pejabat lama tidak perlu waswas menghadapi penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru. Bupati Bantul Suharsono menjamin bakal bersikap bijak. Penempatan seluruh pejabat eselon dua untuk mengisi berbagai posisi jabatan strategis disesuaikan dengan kompetensi. Bukan like and dislike. “Kalau punya kompetensi, tetap saya pakai,” tegas Suharsono kemarin (10/11).

Pernyataan orang nomor satu di Bumi Projotamansari ini untuk menepis tudingan bahwa proses penempatan pejabat sarat kepentingan. Banyak beredar kabar para pejabat lama yang notabene loyal kepada bupati lama bakal disingkirkan.

Suharsono menyadari hiruk-pikuk Pilkada 2015 menyisakan sejumlah catatan. Tidak sedikit pejabat teras pemkab yang ditengarai tidak netral lantaran mendukung calon petahana. Kendati begitu, Suharsono mengingatkan, proses penempatan para pejabat ini mengacu serangkaian tahapan. Mulai job fit hingga ujian kompetensi. “Dan saya nggak ikut campur dalam tes. Yang menangani tim penilai kinerja (dulu bernama Baperjakat) dan pihak ketiga,” tandasnya.

Pakem hampir serupa juga diberlakukan dalam seleksi rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) eselon tiga. Sebagaimana diketahui, ada dua pekerjaan besar yang dilakukan pemkab saat ini. Menyusul terbentuknya SOTK baru. Sesuai Perda No. 12/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ada 24 satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Plus tiga instansi lain. Yakni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kesatuan Bangsa dan Politik, serta RSUD Panembahan Senopati. Dengan begitu, ada 27 SKPD di lingkungan pemkab. Dari semula 36 SKPD.

Kendati ada banyak perampingan SKPD, stok PNS eselon dua di lingkungan pemkab masih kurang tujuh orang. Oleh karena itu, selain menata ulang penempatan para pejabat, pemkab juga tengah melakukan rekrutmen PNS eselon tiga untuk dipromosikan naik satu level di atasnya. Pendaftaran lelang jabatan ini dibuka mulai 26 Oktober hingga 15 November.

Menurut Suharsono, seleksi rekrutmen ini juga ditangani tim khusus. Bahkan, pemkab juga menggandeng UGM untuk didapuk sebagai penguji tes psikologi dan kompetensi.

“Target tahun ini harus selesai semua,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Bantul Riyantono menyatakan, penempatan para pejabat eselon dua dan proses rekrutmen eselon tiga berjalan simultan. Itu bertujuan agar penempatan para pejabat SKPD selesai tepat waktu.

Karena itu pula, Toni, sapaannya, berharap tidak ada perpanjangan waktu dalam proses pendaftarannya.

“Seandainya diperpanjang Desember harus terisi,” harapnya.

Terkait kocok ulang penempatan pejabat teras, Toni tidak memungkiri. Kendati begitu, dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas, ia berharap para pejabat yang sudah sesuai dengan kompetensinya tidak perlu digeser. “Nanti dievaluasi lagi dalam enam bulan atau setahun ke depan. Sehingga benar-benar dapat right man in the right place,” bebernya.

Terkait merosotnya kinerja sejumlah pejabat belakangan ini menyusul kocok ulang, Toni membantahnya. Menurutnya, kocok ulang tidak berpengaruh. Toh, pekerjaan yang akan dihadapi para pejabat di instansi baru juga sama.

“Menurut saya nggak ada masalah,” tegasnya. (zam/laz/mg2)