JOGJA – Sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional, diperlukan adanya standardisasi olahraga nasional. Selain itu hal tersebut juga telah menjadi amanah UU Olahraga Nasional No 11/ 2014. Karena itu Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional (BSANK) yang diamanahi melakukan standardisasi mulai melakukan sosialisasi. Seperti yang dilakukan di Jogjakarta kemarin (10/11).

Wakil Ketua BSANK Sony Teguh Trilaksono mengatakan, untuk mencapai prestasi di Olimpiade, Asean Games, dan Sea Games diperlukan standardisasi, baik sarana prasarana, event, dan organisasi olahraganya. “Atlet Sea Games kita masih banyak yang di bawah standar. Harus ada standardisasi agar outputnya baik. Termasuk pelatih dan kurikulumnya,” katanya saat Sosialisasi dan Bimtek Persiapan Akreditasi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi 2016.

Sebelum melakukan sertifikasi, terlebih dulu di tahun 2016 digeber proses sosialisasi kepada Pengda dan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi). Baru kemudian di 2017 cabang olahraga yang diproyeksi turun di Olimpiade, Asian Games, dan Sea Games mulai dilakukan akreditasi. “Agar bisa mengejar negara lain. Karena kita sudah tertinggal jauh. Padahal yang lain sudah melesat,” imbuhnya.

Salah satu anggota BSANK Prof Mulyana menyebut sekitar 8-10 organisasi olahraga yang dinilai siap diakreditasi. Seperti olahraga olimpik, atletik, renang basket, panahan, angkat besi, tenis dan bulutangkis.

Mulyana mengatakan, secara organisasi setiap PB telah mempunyai program dan visi sendiri. Karena itu pendampingan dari asesor saat akreditasi bisa dilakukan dari internal organisasi. “Harus fokus ke olahraga yang dimainkan di Olimpiade, Asian Games, dan Sea games,” imbuhnya.

Anggota BSANK lainnya Edy Purnomo menyebut, nantinya pemerintah tidak akan memberikan bantuan dana kepada cabang olahraga yang belum terakreditasi. Sehingga bukan BSANK yang meminta untuk diakreditasi, namun dari cabor yang mengajukan diri untuk diakreditasi. “Kami sifatnya menghimbau, jika dirasa sudah saatnya diakreditasi dan siap ya kami panggil untuk segera menyiapkan akreditasi,” imbuhnya.

BSANK menurut Edy, memiliki fungsi berat untuk menyetandarkan dan merumuskan mutu olahraga nasional. Mulai dari organisasi olahraga, even, sarpras, isi program dan layanan standar minimal kepada atlet. “Aplikasikan ke masyarakat agar ada standar. Visi, misi program pengda, pemprov, AD/ART organisasi dan kesejahteraan atlet,” paparnya. (riz/din/mg2)