MUNGKID – Ratusan warga di Lereng Perbukitan Menoreh menggelar kerja bakti kemarin (10/11). Mereka bahu membahu membersihkan material tanah longsor yang menerjang rumah warga dengan peralatan sederhana seperti pacul, sabit, gergaji dan lainnya.

Aktivitas kerja bakti ini setidaknya berlangsung di Desa Kalirejo, Kalisalak, Sriwedari dan Margoyoso, di Kecamatan Salaman. Desa itu memang terkena dampak bencana tanah longsor akibat hujan sehari sebelumnya. Wilayah yang cukup parah terkena tanah longsor yaitu Dusun Karang Kulon, Desa Kalirejo.

Di desa ini tanah longsor menerjang tiga rumah. Satu di antaranya rata dengan tanah dan dua lainnya rusak ringan. Tanah longsor memanjang sekitar 150 meter dan lebar sekitar 50 meter. Sementara empat rumah lainnya juga terancam longsor susulan.

“Sehari sebelumnya saya sempat memotong bambu di lokasi tanah longsor. Tidak ada tanah retak yang terlihat,” kata Sunarto, 66, salah seorang korban tanah longsor.

Longsor didahului hujan deras sekitar pukul 13.30 hingga 17.30. Tanah bergerak dan longsor sekitar pukul 17.00 menimbun rumah tetangganya, Nasikah, 42. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, bagian belakang rumah Sunarto terbawa material longsor.

“Saat rumah tertimbun, tidak ada warga yang terkena. Saya tahu longsor itu malah setelah rumah (Nasikah) rata dengan tanah,” jelasnya.

Akibat peristiwa ini, ia bersama tiga anggota keluarganya sementara ini mengungsi. Bersama warga lain, ia nebeng di tempat saudaranya. Tidak diketahui akan sampai kapan ia berada di rumah saudaranya itu. “Mungkin kalau sudah terang akan kembali,” ucapnya.

Selain mengenai rumah warga, longsor ini juga merusak infrastruktur. Tiang besi penyangga kabel listrik juga ikut roboh. Adapun kabelnya menjalar di lokasi bencana.

“Akibat tanah longsor ini, satu RT mengungsi di sanak saudaranya. Malam harinya listrik padam, karena jaringan rusak,” kata Ketua Komunitas Relawan Garuda Bukit Menoreh Soim.

Kepala Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Agus Prasetya mengatakan, akibat terkena material longsoran, rumah warga hancur. Mereka sementara waktu mengungsi di tempat saudaranya. Total yang mengungsi sekitar 22 jiwa.

“Untuk antisipasi kondisi tanah longsor, kami mewaspadai situasi dan kondisi di lapangan,” kata kades terpilih yang belum dilantik ini.

Nur Fauzan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyampaikan, selain di Kalirejo, tanah longsor juga terjadi di Desa Kalisalak, Salaman, di mana menutup akses jalan. Dampak lainnya, satu rumah rusak berat milik Afandi, 60, dan mengancam beberapa rumah warga. “Dua motor juga tertimbun longsoran,” katanya.

Di Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, dua rumah juga terdampak longsor. Adapun di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, longsor mengakibatkan Jalan Purworejo-Salaman terdampak. Jalan terpaksa diberlakukan satu arah dengan sistem buka tutup. “Rumah di Perumahan Bumi Menoreh, Kecamatan Salaman, juga terendam banjir 30-50 cm,” jelasnya. (ady/laz/mg2)