Sedikitnya 15 kepala keluarga yang terdiri atas 60 jiwa di Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Purworejo, terpaksa diungsikan, Rabu (9/11). Hujan deras memaksa warga mencari lokasi yang lebih aman, setelah tempat tinggal mereka dieterjang longsor dan sebagian terancam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Boedi Hardjono melalui Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik Sigit Ahmad Basuki mengatakan, longsor terjadi di enam pedukuhan di Desa Mayungsari. Material tanah menutup akses jalan antardusun dan warga harus melingkar jika ingin menjangkau dusun tetangga.

“Hujan deras mulai turun lepas luhur dan longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Dusun yang longsor meliputi Depok, Santren, Ngipik, Krajan 1, Krajan 2 dan Dusun Pakel,” ujar Sigit.

Sedangkan rumah yang terkena longsor ada enam di Dusun Pakel RT 2 RW 3. “Yang enam rumah kita ungsikan, sementara ke musala. Sementara 9 KK yang terancam longsor diungsikan ke rumah saudaranya,” tambah Sigit.

Selain Mayungsari, ada beberapa desa lain di Kecamatan Bener juga terdampak, antara lain, Desa Pekacangan, Desa Jati dan Desa Medono. Karena sulitnya medan dan waktu, penanganan terhadap lokasi bencana baru bisa dilaksanakan secara maksimal kemarin (10/11).

“Di antara desa yang lain, Mayungsari yang paling parah. Karena ada fasilitas umum juga rusak seperti jembatan yang putus. Jembatan putus juga terjadi di Desa Jati,” ungkapnya.

Mempercepat proses pembersihan material tanah, BPBD menerjunkan 10 personel dan melibatkan warga, Polsek serta Koramil. Dua alat berat telah diturunkan di Desa Mayungsari dan Jati.

“Alat berat yang diturunkan langsung bekerja di Mayungsari dan Jati. Baru besok (hari ini, Red) mungkin alat berat bisa selesai. Karena kita memang fokus pada jalan dan longsor di rumah yang dinilai parah,” kata Sigit. (udi/laz/mg2)