Tak Miliki Dokumen, Murni Penyeludupan Satwa

SLEMAN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIJ masih terus melakukan pendalaman upaya penyelundupan 34 burung oleh warga Hongkong bernama Wong King Fu Louis melalui Bandara Adisutjipto pada Selasa (8/11) kemarin. Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi penyeludupan itu baru pertama kali dilakukan.

“Pelaku sudah empat kali datang ke Indonesia, tapi dari pengakuannya upaya penyeludupan hewan baru pertama kali dilakukan,” jelas Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Terapan (Kasubdit Tipiter) Ditreskrimsus Polda DIJ AKBP Bakti Andriyono, kemarin (9/11).

Dia menjelaskan, informasi yang diperoleh penyidik baru sebatas pemeriksaan awal di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Jogjakarta. Pihak kepolisian belum mengungkapkan tujuan penyelundupan burung-burung itu ke luar negeri.

“Informasi sementara pelaku akan membawa burung itu ke Hongkong, melalui penerbangan Jogjakarta-Singapura-Hongkong,” jelasnya.

Saat disinggung terkait sindikat penjualan satwa langka, perwira menengah dua melati di pundak ini mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman. Pelaku, selama di Indonesia dibantu oleh seseorang dalam merekomendasikan lokasi penjualan burung di Jogjakarta dan Solo. “Siapa yang membantu dia, ini juga masih kami telusuri,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri dan Kedubes.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Jogjakarta Wisnu Haryana menjelaskan, burung yang akan diseludupkan itu, kini dititipkan di Kebun Binatang Gembira Loka.

Kasus penyudupan burung ini, baru pertama kali terjadi. Meski begitu diakui, penyelundupan hewan dan tanaman kerap terjadi. “Yang paling sering itu reptil. Mungkin karena reptil lebih mudah disimpan,” jelasnya.

Dia menyebut, setiap hewan dan tanaman yang akan dibawa melalui bandara harus melalui sejumlah pemeriksaan terlebih dahulu. Untuk hewan, harus memiliki izin dari dokter hewan bahwa kondisi hewan bawaan tersebut sehat. Kemudian, balai karantina akan mengeluarkan dokumen kelayakan.

“Tindakan yang dilakukan Wong murni penyeludupan karena tidak ada dokumen resmi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang lelaki berkacamata warga Tiongkok tertangkap saat berupaya membawa 34 ekor burung ke negaranya melalui Bandara Adisutjipto, Jogjakarta. Burung-burung itu ditempatkan dalam kotak yang dibungkus alumunium foil dan botol mineral. Kemudian dimasukkan ke dalam tas koper.

Belum sempat masuk ke ruang tunggu bandara, aksi Wong tersebut berhasil digagalkan oleh petugas x-ray Bandara Adisutjipto. Dari penggeledahan aparat ditemukan 34 burung, termasuk tiga jenis satwa yang dilindungi, yakni Kakaktua Govini, Luntur Jawa, dan Colibiri. Serta burung jenis lain, yakni Srindit Hijau, Penthet Albino, Kutilang Mas, Pleci, Rio-Rio, dan Decu. (bhn/ila/mg1)