MAGELANG – Peristiwa tawuran antarpelajar yang berlangsung di Kota Magelang, mendapat perhatian serius pemkot. Sejumlah sekolah dan yayasan yang diduga siswanya terlibat tawuran, dipanggil Pemkot Magelang untuk mencari solusi agar tawuran tidak kembali terjadi.

Tiga yayasan dan kepala SMK swasta yang dipanggil yaitu SMK 45 Magelang, SMK Adipura Magelang, dan SMK Yudha Karya Magelang. Mereka dikumpulkan di ruang sidang lantai 2 gedung Setda Kota Magelang.

“Tawuran antarpelajar saat ini sudah sangat memprihatinkan,” kata Sekda Kota Magelang Sugiharto kemarin (9/11). Ia mengungkapkan tawuran antarpelajar kini sudah melibatkan para alumni. Hal ini sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu pertemuan tersebut dinilai penting untuk mencari solusi konkret yang terbaik. “Saya ungkapkan ini berdasarkan data dan fakta,” ungkap Sugiharto.

Ia menjelaskan, jika tawuran masih saja terjadi, bukan tidak mungkin sekolah yang siswanya terlibat akan dievaluasi. Berdasar Pergub No 34/2015, satuan pendidikan bisa ditutup oleh dua sebab. Pertama, permohonan oleh badan penyelenggara/yayasan sendiri. Kedua berdasar evaluasi tim. “Marilah kita jaga bersama agar tidak sampai terjadi penutupan,” katanya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta pengelola yayasan dan sekolah dapat menemukan akar masalahnya. Bisa mencari solusi dan cara terbaik agar tawuran tidak lagi pecah. “Saya minta tidak ada lagi tawuran,” tegas Sigit.

Ia mengatakan, agar siswa yang terlibat tawuran dapat dihukum berat, seperti dikeluarkan dari sekolah dan black list. Ia merasa malu prestasi pendidikan sudah baik hingga tingkat nasional, namun tawuran masih terjadi. “Saya kumpulkan di sini agar tercipta solusi terbaik,” katanya. (ady/laz/mg2)