PURWOREJO – Ancaman hujan deras disertai angin dan petir terus membayangi wilayah Purworejo. Rilis prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, Purworejo selalu masuk dalam daftar wilayah terancam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo telah melakukan berbagai kesiapan tindakan dan penyediaan logistik. Sementara pemkab juga telah menetapkan masa siaga darurat bencana hindrometeorologi dari pertengahan Oktober lalu hingga pertengahan Januari nanti.

Tercatat dua kali kejadian puting beliung melanda wilayah Purworejo. Pertama 13-14 Oktober lalu, di mana telah merusakkan 68 rumah di lima desa di Kecamatan Purworejo. Sedang kejadian terakhir pada Senin (7/11) sore yang menimpa tiga kecamatan.

“Kejadian terakhir lokasinya berbeda-beda di tiga kecamatan, masing-masing Purworejo, Banyuurip dan Purwodadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Boedi Hardjono.

Dikatakan, penanganan pertama telah dilakukan oleh warga sekitar dan hari berikutnya, BPBD Purworejo menyerahkan bantuan logistik di titik yang membutuhkan.

Boedi mengatakan, secara umum masyarakat harus tetap mewaspadai angin puting beliung karena bisa terjadi di hampir seluruh wilayah Purworejo. “Utamanya bagi warga yang di sekitar tempat tinggalnya terdapat pohon besar,” tandas Boedi didampingi Plt Kabid Kegawatdaruratan dan Logistik Sigit Ahmad Basuki. (udi/laz/mg2)