KULONPROGO – Supriyadi, 16, santri Pondok Pesantren (Ponpes) An Nadwah, Kauman, Bendungan, Wates, ditemukan meninggal dunia, kemarin (8/11). Korban kecelakaan laut di Pantai Pleret, Panjatan ditemukan setelah tiga hari dilakukan pencarian.

Korban kali pertama ditemukan pemancing di Pantai Imorenggo, Desa Siliran, Galur. Sekitar dua kilometer dari lokasi korban hilang. Saat ditemukan kondisi korban memprihatinkan.

“Saya mengira kayu mengapung, ternyata korban laka laut. Posisinya telungkup dan kondisinya sudah membengkak, saya lapor Tim SAR,” kata Rochmat.

Anggota SAR Linmas Kulonprogo Parjo menjelaskan korban ditemukan tepat pada hari ketiga pencarian. Penemuan korban tersebut maka proses pencarian resmi dihentikan.

“Evakuasi sedikit sulit. Jenazah dibawa ke RSUD Wates untuk disucikan sebelum diantarkan ke rumah duka,” kata Parjo.

Supriyadi hilang tergulung ombak saat mandi bersama teman santri Ponpes An Nadwah, Kauman, Desa Bendungan, Kecamatan Wates saat liburan di Pantai Pleret, Panjatan (6/11). Empat santri berhasil menyelamatkan diri, namun korban terseret ke tengah laut dan hilang. (tom/iwa/mg2)