Penyabet Emas Tapak Suci dari QLC BMD

SLEMAN-“Jangan kaget kalau nanti dari Perguruan Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta selain menghasilkan intelektual muda, juga akan menghasilkan hafiz-hafiz Al Qur’an muda,” kata Direktur Perguruan Budi Mulia Dua Yogyakarta Dra. Hj. Siti Nurnisa Dewanta, M.Pd saat wisuda lintas instansi SD, SMP, dan SMA Internasional BMD Yogyakarta di Auditorium UNY beberapa waktu lalu.

Salah satunya adalah Hamdan Zulfa, santri Qur’an Learning Center Islamic Boarding School BMD Yogyakarta. Handam menyabet medali emas kategori seni pada Kejurnas Pencak Silat Jakarta Championship 6 pada 29-30 Oktober lalu di GOR POPKI Cibubur.

Santri kelas 11 QLC Islamic Boarding School BMD itu menuturkan, kejuaraan di JKTC 6 adalah pengalaman pertamanya. Sebelum masuk QLC Hamdan belum pernah belajar pencak silat sama sekali.

Belajar selama satu tahun setelah masuk QLC, dia langsung disiapkan untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Background Hamdan sebagai seorang calon hafiz yang menekuni hafalan Al Qur’an, sangat membantunya dalam penguasaan materi gerak silat.

Ingatan Hamdan pada gerakan jurus yang diberikan pelatih sangat kuat, daya serap dan kemampuan mempraktikkan materi gerak baru sangat menggembirakan pelatih. Di luar itu, Hamdan juga tekun berlatih. Di waktu luang di asrama, Hamdan berlatih sendiri sambil memegang stop watch untuk mengukur durasi baku pewaktuan peragaan jurusnya. Begitu gerakan dimulai stop watch dia letakkan di lantai, dan begitu gerak selesai dia raih dengan cepat stop watch untuk evaluasi diri.

Kepala Sekolah QLC Islamic Boarding School BMD Jakfar, S.Ag, S.S., M.Pd menguatkan, bahwa Hamdan adalah satu di antara santri QLC yang istiqomah dan konsisten. Akhlaqnya santun, terbuka untuk men-eksplor diri dan secara akademisi juga baik. QLC Islamic Boarding School BMD Yogyakarta didesign untuk mewujudkan pusat pendidikan Al Qur’an yang melahirkan ilmuwan di berbagai disiplin ilmu yang mempunyai pemikiran berlandaskan Al Qur’an. Outputnya diprogramkan agar santri QLC dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi terkemuka di dalam dan di luar negeri dengan tetap menjaga bacaan, memahami makna, mengaplikasikan Al Qur’an dalam kehidupan serta mensyiarkannya.

Dra. Hj. Siti Nurnisa Dewanta menambahkan, bahwa Quran Learning Center didesign untuk membina generasi muda bangsa, menghasilkan generasi masa depan bangsa, yang berintegritas intelektual namun tetap Qur’ani. Hamdan Zulfa adalah satu di antara potret santri QLC yang saat ini sedang menuntut ilmu dan terus berproses menggapai cita-citanya. Atlet santri ini bercita-cita menjadi dosen dan memiliki pondok pesantren sendiri ke depan untuk turut mendidik generasi-generasi muda bangsa masa depan.

Hamdan mengidolakan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dekat beliau. Menurutnya, kesuksesan baginya bukan dunia sebagai ukuran, tetapi Allah sebagai tujuannya.(*/din/mg1)