SLEMAN – Pesta gol 5-1 atas Kalteng Putra, Minggu (6/11) saatnya disudahi. PSS sudah harus fokus menatap laga terakhir grup B ISC-B melawan Persita Tanggerang di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Minggu (13/11). Kedua tim sudah dipastikan lolos ke 8 besar. Namun teka-teki siapa yang akan menjadi juara grup akan terjawab setelah 90 menit pertandingan tersebut berakhir.

PSS saat ini berada di posisi pertama dengan 13 poin. Sementara Laskar Cisadane- julukan Persita persis berada di bawah PSS dengan 10 poin. Tuan rumah masih bisa menggeser Laskar Sembada dari posisi puncak seandainya berhasil menekuk tim tamu dengan margin dua gol. Sebab seandainya kedua tim memiliki nilai sama, sesuai regulasi ISC-B yang dikeluarkan PT GTS, akan dilihat dari head to head kedua tim.

Di pertemuan pertama di Sleman, Egi Melgiansyah dkk takluk lewat sebiji gol Kito Chandra. Karena itu pertemuan kedua tim kali ini bakal tetap menjanjikan permainan seru.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengatakan, menghadapi Persita dia akan tetap menginstruksikan pemainnya bermain menyerang. Meskipun dengan hasil imbang sudah mengunci posisi mereka di puncak klasemen. Namun bermain bertahan menurutnya bukan opsi yang baik. Selain juga riskan mengingat tuan rumah akan membalas kekalahan pada pertemuan pertama lalu.

“Kami akan tetap menyerang. Tidak seperti babak pertama kemarin yang kami lebih banyak menumpuk pemain di belakang dan menunggu. Itu justru riskan jika mendapat serangan balik,” katanya kemarin (7/11).

Sementara itu meskipun pertandingan sebelumnya pemain tengah dan depan dapat mencetak gol, kreativitas dan variasi serangan masih perlu ditingkatkan. “Transisi kami ingatkan terus. Kemarin masih lambat antara bertahan dan menyerang, juga sebaliknya,” imbuhnya.

PSS juga tidak menutup kemungkinan kembali memakai skema 4-4-2 yang di babak kedua saat menekuk Kalteng Putra terbukti lebih impresif. Empat gelandang dan dua penyerang yang ditempatkan bisa bergerak secara sporadis bersama-sama mengepung pertahanan lawan. “Bisa kami jadikan opsi. Karena 4-4-2 sebenarnya memang lebih menyerang, tapi kuncinya ada di transisi,” tandasnya. (riz/din/mg1)