RADARJOGJA.CO.ID-SLEMAN-Penangakapan pejabat Kantor Keimigrasian Kelas I Jogjakarta berinisial BDP mempertegas instansi vertikal itu menjadi sarang pungli. Hal ini juga diakui Plt Kepala Kantor Keimigrasian Kelas I Jogjakarta Kurnia Dwinastiti.

“Setiap hari menerima sedikitnya 190 permohonan pembuatan paspor. Sedangkan ruang pelayanan yang tersedia hanya empat unit dengan jumlah petugas terbatas,” ujar Kurnia.

Kondisi tersebut, membuka lebar celah pungli. Terlebih, saat ada pemohon yang ingin proses paspornya dipercepat. Ia pun tak menampik, dengan berbagai hal tersebut, membuat institusinya menjadi lahan basah.

BACA: Terima Setoran Pungli Paspor, Pejabat Imigrasi Dicokok Satbet

Kurnia menegaskan, pihaknya mendapatkan pelajaran penting. Kini, Kantor Keimigrasian Jogjakarta terus berupaya menekan segala risiko potensi pungli di lembaganya. Salah satu langkahnya dengan membuka pintu pelayanan selebar-lebarnya dengan ruang layanan yang bisa terpantau dari luar.

“Sekarang sudah sangat sulit glenak-glenik sekedar untuk memuluskan proses pembuatan paspor,” tandasnya.

Kurnia mengimbau masyarakat turut mendukung upaya pemerintah pusat untuk sapu bersih pungli. Khususnya di kantor keimigrasian. Caranya, warga diminta sabar mengikuti seluruh proses permohonan paspor. Sesuai tahapan resmi, tiap pemohon harus mengisi dokumen administrasi dan mengikuti sesi wawancara. (bhn/ila)