RADARJOGJA.CO.ID-JOGJA-Meski terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT), pejabat Kantor Keimigrasian Kelas I Jogjakarta BDP tak ditahan kepolisian. Pelaku setelah ditangkap pada Jumat (4/11) lalu hanya dikandangkan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (kanwil Kemenkumham) DIJ.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIJ Pramono menjelaskan, pihaknya langsung menindaklanjuti tangkap tangan dati Satuan Tugas Berantas (Saber) Pungli. “Yang bersangkutan sudah kami tarik ke Kanwil Kemenkumham DIJ. Sementara kami nonaktifkan dari jabatannya,” jelas Pramono.

BACA: Terima Setoran Pungli Paspor, Pejabat Imigrasi Dicokok Saber

BACA: Pungli Banyak Celah, Kantor Imigrasi Jadi Lahan Basah

Pramono mengatakan, pihaknya menyerahkan proses hukum kepada tim penindakan Saber Pungli DIJ. “Tidak akan ada upaya intervensi apapun terkait kasus tersebut. Kami berkomitmen pada pemberantasan pungli,” tegasnya.

Ke depan, dia meminta kepada masyarakat untuk berani melaporkan setiap tindak pungli yang terjadi di kantor pelayanan di bawah Kemenkumham. Dia juga berjanji menindaklanjuti segala perilaku curang yang dilakukan oleh aparatnya.

Ditreskrimsus Polda DIJ Kombes Pol Antonius Pujianito menjelaskan, saat ini, kepolisian masih melakukan upaya penyidikan terkait jumlah korban dan pungli yang dilakukan pelaku. Dari pendalaman itu, diharapkan kepolisian bisa menemukan bukti baru.

“Pelaku tidak kami tahan karena masa tahanannya hanya di bawah tiga tahun. Kami menyerahkan kepada instansi terkait. Namun untuk pemberkasan terkait tindakan pelaku terus berjalan,” jelasnya. (bhn/eri)