Dianggap Tidak Netral, Melanggar Kode Etik Polri
RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Nasib apes menimpa Kapolsek Mantrijeron, Kota Jogja Kompol Suwantoro. Bernyanyi di atas panggung pada acara kampanye salah satu pasangan calon Wali Kota Jogja, Minggu (6/11), berbuntut pada pencopotan jabatannya sebagai kapolsek.

Perwira menengah dengan melati satu di pundak ini dianggap menciderai kode etik dan netralitas Polri.

Meskipun penyidik dari Polda DIJ masih mencari bukti adanya unsur pelanggaran yang dilakukan Suwantoro.

BACA: Jadi Pengalaman Berharga
“Yang bersangkutan kami tempatkan di Polda. Untuk sementara di non job-kan sampai menunggu sanksi disiplin yang diberikan,” ujar Wakapolda DIJ Kombes Pol Teguh Sarwono usai memimpin upacara serah terima jabatan Kapolsek Mantrijeron di Mapolresta Jogja kemarin (7/11).

Teguh mengatakan, saat kampanye tersebut, aksi Suwantoro diduga melanggar kode etik profesi Polri pasal 12 huruf (e) tentang netralitas aparat dalam kegiatan politik. Tak menutup kemungkinan Suwantoro akan dijatuhi sanksi berat bila dalam pemeriksaan terbukti melakukan politik praktis.

Ditunjuk menggantikan Suwantoro, Kompol Agus Setya Budi, yang sebelumnya menjabat sebagai analis kebijakan pertama Bagops Polresta Jogja.

Dalam kesempatan itu, Teguh mewanti-wanti seluruh jajarannya agar selalu bersikap netral dalam setiap perhelatan politik. Khususnya, saat masa kampanye.

Dikatakan, aparat kepolisian dilarang tampil di podium kampanye dalam bentuk apapun. “Bernyanyi atau menyampaikan sambutan apapun di ajang kampanye. Itu terlarang bagi aparat,” tegasnya.

Kecuali, sambung Teguh, saat terjadi kekacauan. Aparat kepolisian wajib mengendalikan situasi.

“Bila (bicara di podium) untuk upaya instruksi penanganan, itu lain lagi,” jelasnya.

Sementara Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharudin Kamba menyambut baik ketegasan Polda DIJ atas keputusan pencopotan Suwantoro. “Sikap ini menunjukkan langkah positif Ppolri sebagai lembaga yang harus menjaga netralitas dalam pilkada,” katanya. (bhn/yog/mg1)