KULONPROGO – PT Angkasa Pura (AP) I kembali mencairkan uang ganti rugi tahap kedua kepada warga terdampak New Yogyakarta International Airport (NYIA), kemarin (7/11). Pembayaran difokuskan kepada warga yang belum tuntas pemberkasan pada pencarian sebelumnya. Termasuk ganti rugi untuk warga yang memohon pengukuran ulang.

Adnan Zamzuri, warga Desa Glagah mengatakan, selama ini dia ikut menyuarakan penolakan terhadap pembayaran bandara. Namun kini ia memilih menerima pembayaran.

Ditemani ayahnya, Adnan datang mengurus pencairan uang di Balai Desa Glagah. Dia memiliki lima bidang tanah dengan nilai ganti rugi mencapai sekitar Rp 4,5 miliar. “Karena bapak sudah berubah sikap, jadi saya ikut, karena tanah itu milik bapak,” kata Adnan.

Menurut Adnan, dia sudah lebih dari empat tahun ikut menyuarakan penolakan bersama WTT (Wahana Tri Tunggal). Namun langkah itu dianggapnya salah dan membuatnya berubah haluan dan kini menerima ganti rugi.

“Saya sudah kapok dan akan ikut pemerintah saja,” kata Adnan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo M Fadhil mengatakan pembayaran tahap kedua ini akan dilakukan hingga Jumat (11/11). Hari pertama pembayaran di Balai Desa Glagah dibagi dua tim, satu tim sekitar 50 bidang tanah.

“Harapan kami pembayaran di Glagah selesai Rabu (9/11),” kata Fadhil.

Masih ada sekitar sebelas bidang tanah yang belum dibebaskan. Tanah itu milik warga yang menolak bandara. Juga masih ada tanah kas desa, tanah milik pemerintah dan tanah Paku Alam Ground (PAG).

Pembebasan lahan sudah mencapai 52 persen. Dengan pembayaran di Glagah selama dua hari, diharapkan pembebasan lahan mendekati angka 60 persen.

Setelah itu pembayaran untuk PAG, dan angkanya bisa mendekati 80 persen. Sisanya untuk pembayaran tanah pemerintah dan tanah kas desa. “Untuk PAG kami belum tahu kapan pembayarannya, menunggu AP,” kata Fadhil. (tom/iwa/mg2)