KULONPROGO-Nekat beroperasi dengan berkedok jualan bakmi, Karaoke Blass Triharjo, Kecamatan Wates disegel. Satpol PP dan Disparpora Kulonprogo menutup karaoke tersebut kemarin (7/11).

Sebelumnya, pemilik Blass mengaku berhenti beroperasi karena menyalahi Perda 6/2015 dan berganti usaha menjadi warung bakmi. Namun upaya ganti usaha itu hanya kedok. Warga dan Satpol PP memergoki Blass masih beroperasi.

Pemasangan segel dilakukan, stiker bertuliskan “Surat Keputusan penutupan usaha karaoke karena melanggar Perda 6/2016 dan lanpiran kutipan Pasal 232 KUHP Ayat 1 tentang sanksi peruskan segel” ditempel di pintu Blass.

“Berdasar pengintaian anggota kami, Blass masih beroperasi sebagai karakoke,” kata Kasi Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kulonprogo Sartono kemarin (7/11).

Staf Usaha Pemberdayaan Masyarakat Disparpora Kulonprogo Ardianto Eko Purwanto mengatakan jika Blass beroperasi lagi, hal itu masuk ranah pidana karena merusak segel. “Ini tidak hanya untuk Blass, tetapi juga untuk semua rumah karaoke yang sudah disegel,” kata Ardianto.

Berdasarkan laporan masyarakat, segel yang sudah dipasang Satpol PP, dirusak. Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru Supriyanta mengatakan perusakan segel masuk ranah pidana. ‘’Kami akan koordinasikan dengan Dinparpora serta kepolisan,” kata Duana.

SOP (standard operating procedure) juga sudah dijalankan. Mulai dari memberikan Surat Peringatan (SP) 1, 2 dan 3 hingga penutupan secara andministratif. Namun masih dilanggar.

“Penyegelan terpaksa dilakukan karena mereka tetap membuka usahanya sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Jika tetap nekat buka lagi, melanggar Pasal 232 KUHP,” kata Duana.

Satpol PP sudah mengundang dan mengingatkan pemilik bisa datang menyaksikan penyegelan. Namun tidak diindahkan.

“Jika tetap nekat buka ya terpaksa diambil tindakan tegas,” kata Duana.

Kepala Disparpora Kulonprogo Krissutanto mengatakan perusakan segel merupakan tindakan pidana. “Saya akan melaporkan persoalan ini ke sekda dan Penjabat Bupati,” kata Krissutanto.

Tim gabungan Satpol PP, Disparpora, dibantu Polisi dan TNI melakukan penyegelan 10 karaoke di Temon dan Wates, Kamis (3/11). Penyegelan itu dilakukan karena karaoke berdiri tanpa izin dan melanggar Perda. (tom/iwa/mg2)