RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – PSIM Jogja masih berpeluang lolos ke 8 besar. Namun syaratnya tidak mudah. Yakni harus menjalani laga hidup mati dengan tuan rumah PSCS Sabtu (12/11). Sementara Laskar Nusakambangan-julukan PSCS hanya perlu hasil imbang untuk menemani Perssu Super Madura yang telah lebih dulu lolos dari grup A ISC-B.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto tetap optimistis menatap laga terakhir tersebut. Sekecil apapun peluang menurutnya perlu diperjuangkan.

Karena itu mulai awal pekan ini, ia mulai kembali menggembleng Sunni Hizbullah dkk agar siap bertanding. Sentuhan bola dan insting permainan anak asuhnya yang sempat drop saat ditahan imbang Persiraja akan berusaha dikembalikan kembali. “Kami seperti mengulang lagi dari awal. Mengembalikan mental dan feeling main mereka,” katanya kemarin (7/11).

Efek tidak adanya pertandingan tiga pekan lalu membuat pemainnya seperti kebingungan di tengah lapangan saat melawan Laskar Ranah Rencong. Tidak adanya kreativitas dan kebuntuan saat membongkar pertahanan kokoh Kurniawan dkk. “Kekompakan, kerjasama dan feeling bola akan kami kembalikan. Semoga tidak memerlukan waktu lama. Termasuk performa dan kepercayaan diri mereka,” imbuhnya.

Pelatih asal Magelang itu juga berharap ada ujicoba untuk mengukur kemampuan dan berlatih skema bermain. Namun ia mengembalikan ke manajemen untuk mencarikan lawan tanding. “Kami berharap ada lawan tanding untuk anak-anak bisa mendapat feel ke lapangan,” ungkapnya.

PSIM saat ini berada di posisi ketiga dengan poin 7. Laskar Mataram berada di bawah Perssu di peringkat pertama dengan nilai 10 dan PSCS di posisi kedua dengan poin 8. (riz/mg1)