Polisi dan Tim SAR mencari korban laka laut di Pantai Pleret, Panjatan, Minggu (6/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID, KULONPROG – Ya Allah, lima santri Ponpes An Nadwah, Kauman, Desa Bendungan, Wates, terseret ombak saat mandi di Pantai Pleret, Panjatan, Minggu (6/11). Beruntung, empat orang berhasil menyelamatkan diri, dan seorang santri bernama Supriyadi, 16, Galur sampai berita ini diturunkan hilang, belum ditemukan.

Kapolsek Panjatan AKP Wahyu Sudadi mengatakan korban bersama rekannya berangkat dari pondok menuju pantai sekitar pukul 09.00. Sampai di lokasi mereka mandi di laut.

“Tidak berselang lama, saksi Soleh, 25, melihat Supriyadi berenang makin ke tengah. Saksi berupaya memberikan pertolongan, tapi tidak berhasil. Korban sudah terseret ombak ke tengah dan hilang,” kata Wahyu.

Tim SAR Pantai Bugel dan polisi masih melakukan penyisiran. “Petugas, pihak ponpes dan masyarakat menyisir ke barat maupun timur,” kata Wahyu.

Koordinator Tim SAR Wilayah V Glagah Samsudin mengatakan pencarian dilakukan tim gabungan Basarnas, Kepolisan, BPBD, TNI dan warga. Upaya pencarian akan dilakukan 3 kali 24 jam.

“Selain menyisir pantai, nelayan juga ada yang menyisir ke tengah. Kami mengimbau pengunjung pantai selatan jangan bermain terlalu dekat laut, apalagi mandi, karena berbahaya,” kata Wahyu. (tom/iwa/mar)