Rizka Langsung Dikebumikan, Rika Dipulangkan ke Jakarta

Suasana penuh tangis mewarnai pemakaman Rizka Fitri Nugraheni di Pemakaman Pikgondang Perumahan Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman, kemarin (6/11). Rizka merupakan salah satu korban meninggal kecelakaan mobil di Dusun Sugro, Andonosari, Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (5/11) lalu.
DWI AGUS, Sleman

DALAM pemakaman ini terlihat ratusan pelayat yang terdiri dari rekan sejawat Rizka yang merupakan mahasiswi di Fakultas Psikologi UGM. Terlihat pula Dekan Fakultas Psikologi UGM Prof Dr Fathurrahman.

“Kedelapan korban adalah mahasiswi yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Malang. Kami mewakili UGM menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya. Rika dan Rizka meninggal dalam misi tugas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Fathurrahman, kemarin (6/11).

BACA: Dua Mahasiswa UGM Tewas, Enam Luka Parah
Fathurrahman menjelaskan, delapan mahasiswi telah menjalani PKL selama satu bulan. Kecelakaan ini terjadi sepulangnya rombongan dari Gunung Bromo. Saat melintasi jalur Bromo diduga pengendara belum menguasai jalur. Mobil Toyota Avanza nopol N 1089 GX yang dikendarai Ni Made Rai Kistyanti masuk ke jurang. Dalam kecelakaan tersebut yaitu Rika Fionita Kurnia dan Rizka Fitri Nugraheni mengalami luka parah.

“Saat itu juga kami langsung membuka posko informasi. Menurut laporan tim di sana, korban luka ringan langsung menjalani perawatan intensif di Puskesmas Nongkojajar. Sementara yang luka berat dilarikan di RS Saiful Anwar Malang,” jelasnya.

BACA: Hendak Kembali ke Lokasi Praktik, Rombongan UGM Masuk Jurang
Terkait detail kecelakaan Fathurrahman belum bisa bicara banyak. Sebab, kecelakaan tunggal ini masih dalam penyelidikan Polres Pasuruan. Tapi besar kemungkinan kecelakaan murni karena tidak menguasai medan.

“Kami tunggu data yang lebih lengkap. Untuk saat ini UGM menanggung semua biaya pemulangan jenazah. Sedangkan yang masih dirawat diberikan santunan,” ujarnya.

Rizka merupakan putri dari dosen Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Ir Lukito Edi Nugroho, Msc, PhD. Dia tercatat sebagai mahasiswi Magister Psikologi Profesi Fakultas Psikologi UGM angkatan 2015.

Alumnus SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta ini juga mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ayah korban, Lukito terlihat tabah selama proses pemakaman anaknya. Dia belum bisa memberikan banyak keterangan terkait kepergian putrinya ini.

“Terima kasih atas perhatiaannya, mohon doanya saja untuk almarhumah dan keluarga,” ujarnya singkat.

Sementara itu, jenazah Rika Fionita Kurnia langsung diberangkatkan ke Jakarta. Adapun keenam korban yang masih dirawat adalah Erga Patragave Ratih, Ni Made Rai Kistyanti, Nurul Fadhila, Wirdatul Anisah, Pramudita Lintang, dan Anak Agung Ayu Ratna.

Seperti diberitakan sebelumnya, mobil yang ditumpangi delapan mahasiswa Magister Psikologi UGM terjun ke jurang sedalam 200 meter di Dusun Sugro, Andonosari, Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (5/11). Tepatnya di tikungan tajam Surorowo. Dalam peristiwa ini dua mahasiswi tewas, dan enam lainnya menderita luka parah serta ringan.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari Radar Bromo (Jawa Pos Group), Satlantas Polres Pasuruan memastikan kecelakaan maut yang menimpa rombongan mahasiswa UGM dipicu faktor human error.

Hal itu diketahui usai polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kemarin (6/11). “Olah TKP-nya sudah rampung. Faktor penyebab utama kecelakaan adalah human error atau kelalain sopir mobil,” tandas Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Evon Fitriyanto.

Mantan Kasat Lantas Polres Situbondo ini menerangkan bahwa sopir tak menguasai medan. Selain itu, sang pengemudi juga tak mampu mengendalikan mobil yang melaju kencang di jalur menurun dan menikung.

Saat kecelakaan terjadi, mobil dikemudikan oleh Ni Made Ray Kristianti yang kemarin masih dirawat di rumah sakit. “Jadi, kecelakaan bukan disebabkan faktor teknis seperti rem blong. Sebab, rem masih berfungsi normal. Pengereman juga sempat dilakukan. Terlihat tanda bekas pengereman di jalan yang mau masuk ke jurang,” beber Evon. (ila/ong)