RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Kemenangan PSS Sleman sayangnya ternodai dengan adanya insiden pelemparan roll paper oleh suporter ke tengah lapangan. Korban adalah Swadesta Aria Wasesa, wartawan Koran Merapi yang sendang menjalankan tugas peliputan. Desta, sapaannya, mengalami luka robek di bagian hidung dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat lempran roll paper.

Hal itu terjadi saat Desta sedang mengambil gambar di sisi pojok bagian selatan lapangan di awal babak kedua.

BACA: PSS Tekuk Kalteng Putra 5-1
Desta menceritakan, awalnya dia terkena lemparan di kepala bagian belakang. Arahnya dari tribun penonton di sisi selatan. Saat dia menengok ke belakang tiba-tiba ada lemparan susulan yang mendarat tepat di hidungnya. “Nah, pas nengok itu tiba-tiba ada roll kena ke muka saya. Ternyata sobek dan mengeluarkan darah,” katanya.

Darah yang mengucur tak kunjung berhenti meskipun telah mendapat perawatan petugas PMI di ruang medis. Alumni Sastra Indonesia UNY itu lalu dirujuk ke RS Bethesda untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

“Tadi sempat dibawa ke Betesda dan mendapat perawatan. Masih menunggu rekomendasi apakah harus dijahit atau tidak, tapi memang cukup dalam dan lebar. Ini tadi (kemarin) sempat keluar lagi darahnya,” lanjutnya.

Ketua Panpel Ediyanto mengatakan, kejadian tersebut bisa jadi pembelajaran bagi penonton bola lainnya. Agar tidak lagi menggangu jalannya pertandingan. Secara aturan, menurut Edi, pelemparan roll paper tidak diperbolehkan. Apalagi sampai masuk lapangan. Sepertihalnya lemparan botol ke lapangan. “Tapi kalau kertas masih ditoleransi,” ujarnya.

Mengenai ganti rugi dan perawatan rumah sakit, Ediyanto berjanji akan segera membahasnya bersama manajemen PSS. (riz/yog/ong)