RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Mobil Toyota Avanza nopol N 1089 GX berisi delapan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja yang baru saja berwisata ke Bromo, terjun ke jurang sedalam 200 meter di Dusun Sugro, Andonosari, Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kemarin (5/11). Dalam peristiwa ini, dua tewas, dan enam lainnya menderita luka parah serta ringan.

Dua korban meninggal adalah Rika Fionita Kurnia, 24, asal Tangerang, dan Riska Anggareni, 24, asal Jogjakarta. Keduanya sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Bangil akibat luka-lukanya yang cukup parah.

BACA: Hendak Kempali ke Lokasi Praktik,2 Mahasiswa UGM Tewas
Enam penumpang lainnya adalah Nurul Fadillah, Anak Agung Ayu Ratna, Wiroatul Annisa, Pramudita Lintang, Ni Made Ray Kistianti dan Erga Patra Gave. Para korban setelah dievakuasi sempat dilarikan ke Puskesmas Nongkojajar, tapi kemudian dirujuk ke RSUD.

Dari data yang dihimpun Radar Bromo (Jawa Pos Group), kecelakaan tragis ini terjadi di tikungan tajam Surorowo, Dusun Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Fendi dan Samsul, saksi mata yang berjaga di pos pantau desa setempat mengatakan, kondisi lalu lintas sepi. Bahkan tanda lalu lintas juga lengkap, seperti tanda arah tikungan menurun dan kaca spion mata kucing agar pengendara berhati-hati.

Fendi mengatakan, saat itu mobil Avanza melaju dalam kecepatan tinggi dari atas Tosari. Fendi pun sempat memberikan isyarat aman bahwa kendaraan di bawah kosong, sehingga mobil bisa turun ke bawah. Namun diduga pengendara tidak bisa menguasai kendaraan. Mobil tetap melaju lurus hingga menabrak pembatas beton, dan akhirnya terjun ke jurang.

“Saya sudah kasih isyarat aman, tapi mobil malah terus melaju lurus dan akhirnya terjun ke bawah,” ujar Fendi. Dikatakan, kejadiannya cukup cepat. Setelah mobil terguling ke bawah, terlihat dua orang terpental keluar mobil dan tersangkut di semak sejauh empat meter dan 10 meter dari atas.

Sementara penumpang yang lain ikut terjun bersama mobil sampai ke dasar jurang. Mobil baru terhenti di aliran sungai kecil di dasar jurang. Jarak dari atas atau jalan raya ke dasar jurang sekitar 200 meter.

Pos penjaga yang membawa komunikasi HT, langsung meminta bantuan kepada rekan pos pantau lainnya. Saat itu, evakuasi pertama sempat dibantu Mitra Gayatri dan Kencana Resque. Evakuasi sendiri berjalan alot karena jauhnya jarak dari atas ke dasar jurang. Evakuasi kemudian dibantu Babinsa, dan personel dari Polsek Purwosadi dan Polres Pasuruan.

Saat dievakusi, dua korban mengalami kritis dan enam lainnya luka parah dan ringan. Selanjutnya, semua korban mahasiswa S2 itu langsung dilarikan ke Puskesmas Nongkojajar, namun akhirnya dirujuk ke RSUD Bangil.

Evakuasi korban selesai sekitar pukul 14.00, sedangkan mobil sudah dalam kondisi penyok-penyok. Mobil juga diangkat dari dasar sungai dengan cara manual, ditarik bersama secara gotong royong. Mobil dikhawatirkan terseret derasnya arus sungai yang rutin banjir saat hujan deras.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Evon Fitrianto mengatakan, sementara untuk evakuasi mobil masih hanya dipinggirkan dari jalur sungai. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan truk Derek, namun karena kondisi kedalaman mencapai 200 meter, maka baru bisa dilakukan hari Minggu ini.

Pihak kepolisian sudah berkomunikasi dengan UGM terkait kondisi korban. “Kami sudah komunikasi juga dengan pihak kampus. Mereka menanyakan terkait kondisi para mahasiswa korban kecelakaan,” ungkapnya.

Dikatakan, kedelapan mahasiswa ini dari UGM Jogja yang sedang praktik RSJ Malang. Hari Sabtu kemarin rombongan dalam rangka refreshing dengan berwisata ke Bromo. Naas, mobil yang waktu itu dikendarai Ni Made Ray Kristianti, mengalami kecelakaan dengan terjun ke jurang.

Evon mengatakan, sebelumnya sopir bergantian. Namun, dugaan sopir Ni Made Ray Kristianti kurang bisa menguasai jalan, ditunjang kondisi penumpang mobil juga penuh, sehingga sampai mengakibatkan kecelakaan.

Polisi mengatakan peristiwa ini murni kecelakaan dan tidak ada unsur pidana. “Kami imbau para sopir agar lebih berhati-hati. Jalur di Bromo ini memang cukup tajam dan berkelok,” ujarnya. (bhn/eka/laz/ong)