RADARJOGJA.CO.ID, JOGJA – PT Perwita Karya selaku pemilik pabrik yang limbah udaranya dianggap mencemari permukiman warga Pendem, Tegaltirto, Berbah, Sleman akhirnya angkat bicara.

Kasi Umum Unit Kerja Piyungan Nur Salim membantah ada persoalan antara perusahaannya dengan warga Pendem terkait polusi udara.

“Secara umum nggak ada masalah. Yang bermasalah hanya perseorangan,” dalih Salim saat ditemui di kompleks pabrik aspal aspal di Tegalyoso, Piyungan, Bantul kemarin (4/11).

Kendati begitu, Salim tidak menampik adanya keluhan mengenai polusi udara dari cerobong asap pabrik tersebut. Dia berdalih, polusi udara tersbut bukan karena gangguan teknis mesin. Melainkan faktor cuaca. “Beberapa hari kemarin, kan, anginnya memang besar seperti itu,” kelitnya.

Salim menyatakan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin meminimalisasi dampak gangguan lingkungan. Dia juga menjamin pabrik langsung berhenti beroperasi andai ada laporan polusi udara dari masyarakat.zSalim mengkliam, hubungan manajemen pabrik dengan warga Pendem terjaga baik. Bahkan, pihak pabrik rutin memberikan bantuan kepada mereka. Baik untuk keperluan kesehatan, pembangunan, dan berbagai kebutuhan lainnya. “Setiap ada kegiatan hari besar atau apa kami rutin membantu,” tambahnya. (zam/dwi/yog/mar)