RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Tim Nakoela Universitas Indonesia (UI) tampil memukau di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang digelar di Kompleks Candi Prambanan kemarin (3/11).

Nakoela perkasa melahap tikungan dan mampu menstabilkan daya mobil yang masuk kategori prototipe dan hemat energi. Hasilnya, mereka sukses melebihi indikator jarak tempuh 200 Km per 1 liter bahan bakar menjadi 700 Km per satu liter bahan bakar.

Melibas sirkuit dadakan sepanjang 1,6 KM, tim Nakoela menempuh waktu selama 27-28 menit. Catatan waktu ini juga di atas rata-rata yang ditentukan panitia, yaitu 30 menit. Rahasia kestabilan mobil adalah di rangka baru yang membuat mobil ringan. “Untuk tahun depan, mesinnya akan kami ganti. Target race terakhir ini kami mau capai 1000 Km per 1 liter,” kata Immanuel perwakilan dari tim Nakoela.

Faktor lainnya adalah pemilihan ban. Ban yang dipakai di mobil hemat energi menentukan kecepatan dan iritnya bahan bakar. Semakin pas atau khususnya ban, akan semakin memudahkan. “Kami dibantu IRC yang mengimport ban langsung dari Jepang,” tambahnya.

Alda Febrimore, Head of Section Media Coomunication PT Gajah Tunggal yang ikut memantau race membeberkan suatu saat tidak menutup kemungkinan akan mengajak kerjasama tim asal Jogjakarta. “Kami akan mengajak kerjasama tim dari UGM dan UNY,” bebernya.

Adapun KMHE diikuti 60 tim dari 38 universitas dan Politeknik se-Indonesia. Lomba yang diprakarsai Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) ini melombakan empat kategori bahan bakar, yakni gasoline, diesel, listrik dan etanol, dengan jarak tempung sejauh 1,6 km. Peserta berlomba untuk menjadi juara dengan kriteria Best Fuel Efficiency dalam penggunaan bahan bakar.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof Dr Intan Ahmad mengatakan kontes mobil hemat energi ini setiap tahun terus mengalami peningkatan dari jumlah peserta. Kontes ini juga sebagai ajang pengembangan pengetahuan dan penelitian di bidang otomotif.(*/riz/din/eri)