Tjahjo Kumolo saat menjadi pembicara Kaderisasi Nasional Pemuda Nasionalis, beberapa waktu lalu. (Foto: Rizal/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID, JOGJA – Momentum peringatan Sumpah Pemuda setiap tahun digelorakan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia setiap tanggal 28 Oktober. Momentum tersebut bisa menjadi sarana untuk menguatkan kembali spirit yang dulu diperjuangkan dalam sumpah pemuda yaitu nasionalisme, persatuan dan kesatuan.

Spirit itu lah yang kemudian memberikan dorongan kepada Keluarga Besar Marhaenis (KBM) bersama Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Negeri Yogyakarta, Filsafat, dan IST Akprind, dan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Jogjakarta untuk melaksanakan Kaderisasi Nasional Pemuda Nasionalis yang mengusung tema “Quo Vadis Pemuda Indonesia: Jalan Terjal Satu Abad Kemerdekaan Indonesia”.

Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 28-30 Oktober 2016 di Balai Desa Kalasan, Sleman yang dihadiri oleh 200 peserta. Mereka datang tidak hanya dari Jogjakarta, tetapi dari luar daerah juga turut hadir dalam acara tersebut, seperti dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan daerah lain di luar pulau Jawa. Mereka yang datang sebagai peserta terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda, petani yang berusia di bawah 35 tahun.

Kegiatan Kaderisasi Nasional Pemuda Nasionalis tersebut menghadirkan pembicara yang berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari pejabat pemerintah, anggota legislatif, akademisi serta tokoh lokal Jogjakarta.

Pembicara tersebut diantaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, anggota DPR RI Eva Kusuma Sundari, Revrisond Baswier dan mantan Bupati Kulonprogo Toyo Dipo.

Tjahjo Kumolo menyebutkan, spirit yang harus dibangun dalam acara tersebut yaitu keseriusan untuk membina generasi muda dalam rangka menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia. Sebab pada akhirnya pemuda adalah harapan bangsa yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. “Seperti apa yang dikehendaki Bung Karno dan yang pernah diucapkannya yaitu ‘Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia,” tuturnya. (*/riz/mar)