RADARJOGJA.CO.ID-Teror bom sepeda motor yang meledak hanya menghanguskan motor tersebut ternyata bukan jaringan terorisme Santoso seperti di Solo, MH Thamrin, Jakarta, maupun Poso. Hasil dari penyelidikan Polisi, pelaku bom seorang pensiunan tentara Syn, yang berusia 55 tahun.

Dari penelusuran radarjogja.co.id, tersangka merupakan suruhan. Ada otak pelaku teror atau di atas Syn. “Sampai saat ini belum ada indikasi tersangka berkaitan dengan kelompok-kelompok teroris,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol Frans Tjahyono.

BACA: Teror Liquid Kafe Bukan Jaringan Teroris

BACA: Canggih, Polisi Bisa Ketahui Noka dan Nosin Yang Dihapus

BACA: Ternyata, Pelaku Bom Liquid Kafe Pensiunan Tentara

Pelaku kini mendekam di ruang tahanan milik Mapolda DIJ masih terus dimintai keterangan penyidik. Polisi berharap bisa cepat mengurai teror ini. “Kami masih mengembangkan terhadap motif teror yang dilakukan oleh tersangka,” tandasnya.

Meski tak berkaitan dengan sel teroris, polisi tetap menjerat pensiunan Babinsa itu dengan tindak pidana terorisme pasal 7 peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang dikuatkan dengan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (bhn/eri)