RADARJOGJA.CO.ID- SLEMAN-Polisi bergerak cepat untuk mengungkap bom menggunakan sepeda motor di Liquid Kafe, (26/10) silam. Hasilnya, Polda DIJ berhasil menangkap seorang pensuinan tentara dengan pangkat terakhir Pelda, berinisial Syn, 55. Pelaku terakhir kali bertugas sebagai Babinsa di Muntilan, Magelang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol Frans Tjahyono menjelaskan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya di Muntilan, Jawa Tengah, Rabu dinihari (2/11) lalu. “Otak pelaku teror sedang kami buru,” jelasnya.

BACA: Penampakan Motor Yang Meledak di Liquid Kafe

Dari hasil pengembangan, polisi telah memeriksa lima orang saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) maupun saksi korban. Dari lima saksi itu, Frans memastikan, tak menutup kemungkinan, mereka memiliki terlibat dalam aksi terror dini hari itu.

Akibat perbuatannya itu, Polisi menjerat pelaku dengan pasal 7 peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sangkaan teroris ini masih terus dikembangkan kepolisian. Yaitu dengan mencari otak pelaku atau pemberi perintah teror bom yang hanya menghanguskan sepeda motor tersebut.(bhn/eri)