Tim gabungan menyegel karaoke di Kecamatan Temon, Kamis (3/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – Satpol PP, Disparpora, polisi dan TNI menyegel 10 karaoke di Temon dan Wates, Kamis (3/11). Penyegelan dilakukan karena karaoke berdiri tanpa izin dan melanggar Perda.

Saat didatangi, karaoke-karaoke tersebut dalam kondisi kosong dan tutup. Penyegelan hanya dilakukan dengan menempel stiker segel penutupan di pintu masuk. Siapa saja yang merusak segel dikenakan Pasal 232 KUHP dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan penjara.

“Kami sudah sampaikan pemberitahuan pada pemilik agar hadir, tapi tidak mau, segel tetap kami pasang, kalau dirusak pidana,” tegas Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru Supriyanta.

Penyegelan kali ini sebagai tindak lanjut peringatan sebelumnya. Sepuluh karaoke yang disegel telah menerima surat peringatan hingga tiga kali karena melanggar Perda 6/2015 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

“Secara administrasi sudah ditutup, namun masih buka baik terang-terangan maupun kucing-kucingan. Sehingga kami putuskan menyegel,” jelasnya.

Kesepuluh karaoke yang disegel dua di Wates (Kings dan Mahkota), enam di Temon (Caesar, Dewata, Sederhana, Lotus, Mutiara, Rumah Laut) dan dua sisanya di timur Pasar Temon. “Kami dibackup TNI dan Polri,” tegas Duana.

Pemilik karaoke diminta berganti usaha. Banyak kompalin dari warga karena mengganggu lingkungan. (tom/iwa/mar)