Bupati Bantul Suharsono (kiri). (Foto: Humas Pemkab Bantul For Radar Jogja Online).
RADARJOGJA.CO.ID – Pemkab Bantul ketiban sampur. Jatah anggaran dana keistimewaan (danais) yang bakal diterima pada 2017 melonjak drastis. Diperkirakan mencapai Rp 53 miliar. Jatah ini berbanding terbalik dengan besaran danais pada 2016 yang hanya Rp 4,5 miliar.

“Dengan dana sebesar ini diharapkan bisa menyentuh seluruh potensi kesenian khas Bantul. Khususnya, kelompok seni tradisional yang hampir punah,” kata Bupati Bantul Suharsono, Kamis (3/11).

Suharsono berkomitmen tak hanya mengangkat potensi seni dan budaya khas Bumi Projotamansari. Lebih dari itu, dia ingin melestarikan dan menghidupkan semua potensi yang mati suri. “Semuanya insyaallah dapat,” janjinya.

Lebih dari itu, Suharsono juga memikirkan pendirian lokasi sejenis panggung pementasan. Sebagai bentuk apresiasi bagi para pelaku seni, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk ujuk gigi. Suharsono berangan-angan lokasi tersebut berada di kawasan Pasar Seni Gabusan (PSG).

“Lokasinya strategis. Berada di pinggir jalur utama wisatawan,” ucapnya.

Hal itu menjadi salah satu faktor pendorong Pemkab Bantul untuk mendesain ulang kawasan PSG yang telah berdiri sejak 13 silam itu. Dengan memindah replika gong raksasa, ikon pesawat, serta memangkas pepohonan di area PSG.

“Biar dari depan tampak jelas,” katanya.

Suharsono optimistis anggaran danais bakal terserap maksimal. Toh, pemkab juga telah memecah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi dua. Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. “Biar bisa fokus,” tegasnya. (zam/yog/mar)